PDIP Nilai Pernyataan AHY soal Kritik Konstruktif sebagai Hasutan Politik

- Kamis, 25 Juni 2026 | 09:25 WIB
PDIP Nilai Pernyataan AHY soal Kritik Konstruktif sebagai Hasutan Politik
PARADAPOS.COM - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, membalas pernyataan elite Partai Demokrat yang menyebut Ketua Umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terlalu benar untuk dibantah. Dalam pernyataannya pada Kamis (25/6/2026), Deddy menegaskan bahwa dirinya tidak salah menangkap maksud dari pernyataan AHY sebelumnya. Ia justru menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk hasutan politik yang menyasar PDIP, bukan sekadar ajakan biasa.

Deddy Sitorus: Tidak Ada Salah Tangkap

Deddy Sitorus dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya keliru dalam menginterpretasikan pernyataan AHY. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat itu sangat jelas dan tidak perlu ditafsirkan ulang. “Tidak ada salah tangkap, AHY jelas-jelas bilang boleh kritik asal konstruktif tapi tidak boleh memecah belah bangsa dan mendiskreditkan,” kata Deddy kepada wartawan, Kamis (25/6/2026). Politikus senior PDIP itu kemudian menjelaskan alasan di balik kekesalannya. Ia menilai bahwa pernyataan AHY secara implisit menuduh PDIP selama ini tidak pernah menyampaikan kritik yang membangun. “Secara tidak langsung, dengan logika saja maka kalimat ini jelas memberikan insinuasi dan bisa diinterpretasikan bahwa selama ini kritik yang disampaikan PDIP itu tidak konstruktif dan cenderung memecah belah dan mendiskreditkan. Nah, itu lah yang saya anggap sebagai hasutan. Cukup jelas, kan?” ujarnya.

Kritik Konstruktif Dinilai Berbau Orde Baru

Lebih jauh, Deddy Sitorus juga menyoroti konsep “kritik konstruktif” yang kerap didengungkan oleh para elite politik. Baginya, istilah tersebut justru mengingatkan pada pola pikir era Orde Baru yang mengekang kebebasan berpendapat. “AHY harus tahu juga, tidak ada yang namanya kritik konstruktif dan memberikan solusi itu sangat berbau Orba. Kritik adalah kritik, kalau benar silakan terima, kalau tidak ya abaikan saja,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa mencari solusi atas masalah negara bukanlah tugas rakyat, melainkan tugas pemerintah dan eksekutif. Deddy pun melontarkan kritik tajam terhadap pihak yang meminta solusi dari para pengkritik. “Bukan tugas rakyat mencari solusi tapi tugas pemerintah/eksekutif. Enak banget dikasih kekuasaan, anggaran, birokrasi tapi masih minta solusi. Kalau kritik rakyat tidak bisa diberikan solusi, ya mundur saja!” imbuh dia.

Demokrat Balas: Pernyataan AHY Terlalu Benar untuk Dibantah

Sebelumnya, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat, Yan Harahap, menyerang balik pernyataan Deddy Sitorus. Yan menilai bahwa reaksi Deddy justru menunjukkan bahwa pernyataan AHY mengenai posisi politik PDIP memang tepat sasaran. “Kalau ajakan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan partai saja dianggap hasutan, maka jangan-jangan yang terusik bukan isi pernyataannya, melainkan karena pesannya terlalu benar untuk dibantah,” kata Yan saat dihubungi, Kamis (25/6/2026). Yan juga mengaku heran dengan sikap Deddy yang menganggap pernyataan AHY sebagai hasutan. Ia bahkan mempertanyakan kemampuan Deddy dalam memahami narasi yang disampaikan oleh AHY. “Jangan-jangan ini malah bentuk ketidakmampuannya dalam mencerna narasi yang disampaikan Mas AHY,” ucap Yan. Ketegangan antara kedua partai ini menunjukkan betapa sensitifnya isu kritik dan posisi politik menjelang dinamika koalisi yang semakin memanas. Pernyataan-pernyataan saling serang ini pun menjadi cerminan dari persaingan politik yang kian tajam di tingkat elite.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar