PARADAPOS.COM - Jakarta, pusat ekonomi Indonesia, menjadi saksi peluncuran program pendidikan tinggi yang menjawab tantangan era digital. BINUS University, melalui BINUS Graduate Program, resmi membuka pendaftaran Magister Hukum Bisnis (Master of Business Law) pada September 2026. Program S2 ini dirancang untuk membekali profesional dari berbagai latar belakang, tidak terbatas pada lulusan hukum, dengan keahlian di bidang cyber law, hukum perdagangan internasional, dan forensik digital. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap disrupsi yang dipicu kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital yang mengubah lanskap bisnis global, di mana ancaman keamanan siber dan perlindungan data pribadi menjadi isu krusial.
Mendobrak Sekat Tradisi Akademik
Di tengah gempuran transformasi digital, industri menyadari bahwa talenta yang hanya menguasai pasal-pasal hukum tidak lagi memadai. Profesional masa kini dituntut untuk melek teknologi dan gesit dalam bernavigasi di ranah hukum internasional. Menjawab kebutuhan ini, BINUS University menawarkan program yang inovatif: terbuka bagi lulusan sarjana (S1) dari segala disiplin ilmu, mulai dari teknologi informasi, komunikasi, ilmu pemerintahan, hingga bisnis. Pendekatan ini mendobrak sekat tradisional yang selama ini membatasi pendidikan hukum hanya untuk kalangan tertentu.
Fokus pada Cyber Law dan Akselerasi Karier
Kurikulum program ini dirancang secara tajam untuk mengupas isu-isu kontemporer. Mahasiswa akan mendalami hukum perdagangan internasional, Cyber Law, ICT Law, hingga Digital Forensics. Dengan demikian, mereka yang berlatar belakang non-hukum dapat mempertajam wawasan hukum dalam ekosistem bisnis modern. Keunggulan lainnya terletak pada skema hybrid learning dan masa studi yang singkat, hanya 18 bulan. Skema ini sangat ramah bagi para profesional yang ingin mengakselerasi pendidikan tanpa harus meninggalkan jejak karier mereka.
Acara peluncuran program ini digelar di Kampus BINUS @Kemanggisan, Jakarta Barat. Sejumlah tokoh penting hadir, mulai dari Direktur BINUS Graduate Program Prof. Dr. Sani M. Isa, Sekjen DPN PERADI Dr. Hermansyah Dulaimi, Ketua Komisi III DPR RI Dr. Habiburokhman, hingga Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. Dalam sesi diskusi, mereka sepakat bahwa regulasi dan sumber daya manusia di Indonesia harus bergerak cepat agar tidak tertinggal oleh roda transformasi digital yang kini mendikte investasi dan perdagangan global. Hukum, menurut mereka, dituntut untuk elastis dan adaptif dalam menjawab denyut kebutuhan dunia usaha.
Hukum di Era Ekonomi Digital
Rangkaian acara peluncuran semakin berbobot dengan hadirnya talkshow bertajuk ‘Law in the Age of AI and Digital Economy in International Trade’. Para panelis, termasuk CEO Perqara Yakup Putra Hasibuan, Dosen Hubungan Internasional BINUS Dr. Tia Mariatul Kibtiah, dan Dosen Business Law BINUS Dr. Muhammad Reza Syariffudin Zaki, membedah tuntas berbagai isu kontemporer. Mereka mengulas bagaimana geopolitik, konflik global, dan penetrasi teknologi mengubah cara perusahaan menyelesaikan sengketa bisnis serta membentuk regulasi baru di era modern ini.
Head of Program Master of Business Law BINUS University, Prof. Dr. Shidarta, S.H., M.Hum., menegaskan visi besar di balik program strategis ini.
“Dengan diluncurkannya Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum, bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat,” ujar Shidarta.
Penerimaan mahasiswa angkatan perdana untuk periode perkuliahan September 2026 saat ini telah dibuka. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen berkelanjutan BINUS University dalam memberdayakan masyarakat untuk membangun Nusantara.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kader Organisasi Masyarakat Jadi Ujung Tombak Percepatan Literasi Gizi Cegah Stunting
Menteri Pertanian: Inovasi dari Kampus Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Superpower Pangan
Hong Myung-bo Mundur sebagai Pelatih Korea Selatan Usai Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Menteri PPPA Minta Publik Tak Hakimi dan Sebar Konten Korban Penganiayaan di Bandung