PARADAPOS.COM - Sebanyak 80,6 persen responden dalam survei Litbang Kompas menilai kinerja Polri semakin membaik. Angka ini dinilai oleh pengamat politik senior, Boni Hargens, sebagai cerminan nyata dari implementasi reformasi di tubuh institusi kepolisian. Survei yang dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi pada 9–18 April 2026 ini mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen, naik dari 76,2 persen pada tahun sebelumnya. Dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat, survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Reformasi PRESISI Dinilai Perkuat Pelayanan Publik
Menurut Boni Hargens, data survei Litbang Kompas merupakan rujukan empiris yang kredibel untuk menilai arah reformasi institusional Polri. Ia menekankan bahwa angka 80,6 persen bukan sekadar statistik, melainkan indikator kepercayaan publik yang bisa digunakan untuk mengukur dampak nyata reformasi kepolisian di mata masyarakat.
“Angka ini menjadi bukti keseriusan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam menjalankan reformasi, baik pada aspek kinerja operasional maupun budaya organisasi,” ujarnya.
Boni menjelaskan bahwa konsep PRESISI—yang merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan—menjadi fondasi transformasi institusi Polri. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya menyentuh aspek teknis operasional, tetapi juga mendorong budaya kepolisian yang lebih humanis, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri menjadi prasyarat penting bagi penguatan demokrasi dan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusional, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap stabilitas demokrasi dan legitimasi pemerintahan secara lebih luas.
Survei Catat Kepercayaan Publik Meningkat
Di tengah dinamika aksi protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Boni menilai keseimbangan antara otoritas negara dan kepercayaan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas nasional. Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ia melihat Polri memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban, mengelola dinamika sosial, serta menegakkan hukum secara berkeadilan.
“Keberhasilan Polri membangun kepercayaan publik memiliki dampak yang melampaui tugas kepolisian karena turut menyentuh stabilitas demokrasi dan legitimasi pemerintahan,” tegasnya.
Dengan hasil survei yang menunjukkan tren positif ini, Boni optimistis bahwa reformasi di tubuh Polri terus berjalan pada jalur yang benar. Ia berharap capaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan politik yang semakin kompleks ke depannya.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jorge Martin Start Terdepan di MotoGP Belanda 2026, Marc Marquez Mengintip Peluang
Paramount Petals Serah Terima 70 Unit Rumah Perdana di Klaster Lily, Tegaskan Komitmen Tepat Waktu
Tingkat Kepercayaan Publik ke Polri Capai 82,4 Persen, GIC: Aset Berharga di Tengah Transisi Pemerintahan
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Capai 1.430 Orang, 24 Negara Kirim Bantuan