BUMN Teken Perjanjian Konsolidasi, Holding Logistik Nasional Mulai Terbentuk

- Rabu, 01 Juli 2026 | 17:25 WIB
BUMN Teken Perjanjian Konsolidasi, Holding Logistik Nasional Mulai Terbentuk
PARADAPOS.COM - Jakarta, 1 Juli 2026 – Sejumlah perusahaan logistik milik negara resmi memulai langkah awal pembentukan holding logistik nasional. PT Pelindo Sinergi Lokaseva bersama entitas BUMN lainnya menandatangani Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik di Pos Bloc Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk memperkuat integrasi sektor logistik nasional. Target utamanya adalah menciptakan jaringan logistik yang lebih terintegrasi, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat konektivitas distribusi, dan mendongkrak daya saing Indonesia di kancah global.

Langkah Strategis Sejalan Arahan Presiden

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar penggabungan administratif. Ia menyebutnya sebagai langkah strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius dalam keterangan resminya, Rabu, 1 Juli 2026. Pada tahap awal, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri dari 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya. Dengan porsi saham mayoritas, Pelindo memegang peran kunci dalam mengawal proses integrasi hingga holding logistik nasional terbentuk. Komitmen mereka adalah memastikan transisi berjalan sesuai peta jalan yang telah ditetapkan sambil memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.

Memperkuat Daya Saing Logistik Nasional

Di tengah hiruk-pikuk penandatanganan, Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan optimismenya. Menurutnya, konsolidasi ini adalah momentum untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi yang lebih erat antar-BUMN. “Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” kata Achmad. Ia menambahkan bahwa Pelindo berkomitmen penuh mengawal proses transisi. “Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif,” tuturnya. Suasana di lokasi acara tampak khidmat. Para petinggi BUMN saling berjabat tangan usai membubuhkan tanda tangan di atas dokumen tebal. Sebuah foto bersama mengabadikan momen bersejarah itu—sebuah gambar yang kelak mungkin akan menjadi arsip penting perjalanan logistik Indonesia.

Perkuat Sinergi Layanan Logistik

Dalam proses konsolidasi ini, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas. Mereka adalah PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity. Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menjelaskan peran perusahaannya dalam konsolidasi ini. Ia mengatakan akan mengoptimalkan penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland. “Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ungkap Faruq. Konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat jaringan distribusi nasional. Integrasi layanan logistik BUMN dalam satu ekosistem yang efisien dan saling terhubung akan mendorong optimalisasi aset dan operasional. Dampak jangka panjangnya, biaya logistik nasional bisa turun, daya saing dunia usaha meningkat, dan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif bisa terwujud. Melalui sinergi yang semakin kuat antar-BUMN, Indonesia diharapkan memiliki sistem logistik yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Konsolidasi ini menjadi katalis bagi ekosistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar