PARADAPOS.COM - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) resmi menggandeng Indonesia Sustainability Movement (Inamove) dalam sebuah kolaborasi strategis yang bertujuan memperkuat gerakan keberlanjutan di Indonesia. Kerja sama ini, yang difokuskan pada isu lingkungan dan pengelolaan sampah, mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak telah dilakukan pada 26 Juni 2026, dan diperkenalkan secara resmi dalam Forum Akademik Memetakan Solusi Darurat Sampah Indonesia yang digelar di Gedung Dewi Sartika, UNJ, Jakarta Timur, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Menteri LH: Persoalan Lingkungan Butuh Partisipasi Semua Pihak
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. “Tetapi membutuhkan partisipasi dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas,” katanya melalui keterangan tertulis pada Kamis, 2 Juli 2026.
Jumhur juga mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan Gerakan Pertobatan Nasional Ekologis. Gerakan ini dirancang untuk melibatkan berbagai unsur masyarakat guna memperbaiki tata kelola lingkungan hidup di Indonesia.
“Saya bersyukur UNJ memulai waste management di dalam kampusnya sendiri. Dalam waktu dekat kita akan launching dan mengundang juga teman-teman kampus. Kita mau melakukan pertobatan nasional ekologis,” ujarnya.
Ruang Lingkup Kolaborasi UNJ dan Inamove
Kerja sama antara UNJ dan Inamove mencakup sejumlah bidang strategis. Berdasarkan dokumen nota kesepahaman yang telah ditandatangani, kolaborasi ini meliputi pengembangan penelitian, pelatihan, publikasi ilmiah, seminar, hingga implementasi solusi nyata dalam pengelolaan sampah dan isu lingkungan.
Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi UNJ dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Ketika Inamove menawarkan kerja sama untuk ide-ide keberlanjutan, itu kami langsung terima dengan baik. Kami langsung koordinasikan dengan unit-unit yang ada di kita karena ini sesuai dengan visi misi UNJ,” jelasnya melalui keterangan tertulis pada Rabu, 1 Juli 2026.
Komitmen UNJ dalam Pengelolaan Sampah
Komarudin menambahkan bahwa UNJ memiliki sumber daya akademik yang memadai untuk mendukung program-program tersebut. Beberapa di antaranya adalah Program Studi Manajemen Lingkungan, Pendidikan Lingkungan, serta Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH).
Ia juga mengungkapkan bahwa UNJ baru saja meresmikan Waste Management Center dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
“Harapan kami kegiatan ini tidak hanya sampai di sini. Ada kelanjutan-kelanjutan. Kerja sama lebih luas dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Komarudin.
Inamove: Gerakan Kolaboratif untuk Generasi Muda
Sementara itu, inisiator sekaligus Chairman Inamove, Rahmat Hidayat Pulungan, menjelaskan bahwa Inamove lahir sebagai gerakan kolaboratif untuk menjawab berbagai tantangan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Inamove digagas oleh 17 rektor, didukung oleh ratusan guru besar, tokoh lintas agama, akademisi, serta kalangan profesional dari berbagai sektor strategis.
“Wadah pergerakan ini diinisiasi oleh 17 rektor dan ratusan guru besar, para pemuka agama lintas agama, serta kalangan profesional dari banyak sektor industri strategis,” ungkap Rahmat.
Rahmat menegaskan bahwa gerakan tersebut didedikasikan untuk generasi muda Indonesia. Tujuannya adalah agar pembangunan saat ini tidak meninggalkan persoalan lingkungan bagi generasi mendatang.
“Kita tidak boleh mewariskan masalah dan bencana untuk generasi yang akan datang. Mereka adalah generasi yang akan menavigasi Indonesia masa mendatang sekaligus menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari setiap keputusan yang diambil hari ini,” tuturnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kemenpora Matangkan Skema Dana Pensiun untuk Jaminan Kesejahteraan Atlet
APEKSI Hasilkan Sepuluh Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah Pusat di Rakernas Medan
Menteri Trenggono Ajak Semua Pihak Percepat Enam Program Prioritas Kelautan demi Swasembada Pangan
Pria di Lampung Timur Tewas Ditembak Tetangga Gegara Undangan Hajatan Tak Sesuai Pesan