PARADAPOS.COM - Perumda Pasar Jaya memperluas distribusi beras dan MinyaKita melalui operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jakarta. Menggandeng Perum Bulog, langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat melalui jaringan pasar yang dikelola langsung. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencakup penyediaan beras SPHP sekaligus distribusi MinyaKita kepada warga.
“Jadi kami terus melakukan kerja sama dengan Perum Bulog mencakup penyediaan beras SPHP tetapi juga distribusi MinyaKita kepada masyarakat melalui pasar-pasar yang dikelola Pasar Jaya,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu, 1 Juli 2026.
Kios Bulog Hadir di Sejumlah Pasar
Tak hanya soal distribusi, Pasar Jaya bersama Bulog juga mulai mengembangkan dan mengoperasikan kios Bulog di berbagai lokasi pasar. Langkah ini diharapkan mampu mendekatkan akses warga terhadap bahan pangan murah. Agus menambahkan, kehadiran kios tersebut dirancang untuk memperkuat rantai distribusi pangan pemerintah.
“Kehadiran kios diharapkan semakin mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat distribusi pangan pemerintah,” jelasnya.
Kolaborasi dengan ID FOOD untuk Tekan Gejolak Harga
Di sisi lain, Pasar Jaya juga menggandeng ID FOOD sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan dan menekan gejolak harga di ibu kota. Fokus utama kerja sama ini adalah memastikan komoditas strategis seperti gula dan minyak goreng tetap tersedia di pasar dengan harga yang stabil.
Agus menekankan bahwa koordinasi lintas lembaga berjalan dengan baik. Menurutnya, sinergi antara Perumda Pasar Jaya, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), ID FOOD, serta kementerian terkait menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Jakarta.
“Koordinasi dan kerja sama antara Perumda Pasar Jaya, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), ID FOOD, serta kementerian terkait berjalan dengan sangat baik dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Jakarta,” tuturnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan warga Jakarta tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga wajar di tengah fluktuasi pasar.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tiga Moda Transportasi Umum Siap Layani Penonton Prambanan Jazz 2026
Presiden Prabowo Anugerahkan Nugraha Sakanti ke Polda Metro Jaya di Hari Bhayangkara ke-80
7 Pilihan City Car Bekas di Bawah Rp50 Juta, dari Agya hingga Sirion
Praperadilan Refly Harun Dinilai Jadi Penentu Nasib Tersangka Lain di Kasus Ijazah Palsu Jokowi