Drone Ukraina Hantam Terminal Minyak Utama di St. Petersburg, Zelensky Klaim Pukulan ke Mesin Perang Rusia

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25 WIB
Drone Ukraina Hantam Terminal Minyak Utama di St. Petersburg, Zelensky Klaim Pukulan ke Mesin Perang Rusia
PARADAPOS.COM - Serangan drone jarak jauh kembali mengguncang Rusia. Pada Sabtu, 4 Juli 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak Ukraina berhasil menghantam sebuah terminal minyak utama di St. Petersburg. Fasilitas yang terletak sekitar 850 kilometer dari perbatasan Ukraina ini disebut sebagai infrastruktur vital yang menjadi sumber pendanaan utama bagi mesin perang Rusia. Militer Ukraina juga mengklaim pangkalan utama Armada Baltik di Kronstadt turut menjadi sasaran dalam operasi yang sama.

Target Strategis di Kedalaman Rusia

Dalam pernyataan resminya, Zelensky menegaskan bahwa serangan ini bukanlah aksi sembarangan. “Infrastruktur itu menghasilkan pendapatan bagi perang Rusia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas energi Rusia adalah langkah untuk memperlemah kemampuan logistik lawan. Video yang diunggah oleh Zelensky memperlihatkan momen ketika sebuah drone melesat menuju sasaran, diikuti kepulan asap hitam tebal yang membubung tinggi dari lokasi yang diduga terdampak. Pernyataan itu kemudian diverifikasi oleh lembaga penyiaran internasional BBC, yang mengonfirmasi bahwa terminal minyak di St. Petersburg memang menjadi sasaran serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Ukraina.

Klaim Militer Ukraina dan Dampak Operasi

Militer Ukraina menyebut terminal yang diserang itu sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Rusia, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 12,5 juta ton produk minyak per tahun. Dalam beberapa pekan terakhir, Kyiv memang gencar melancarkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi milik Rusia. Pemerintah Ukraina bahkan mengklaim bahwa hampir 43 persen kapasitas pengilangan minyak Rusia telah terganggu akibat rangkaian serangan tersebut. Meski begitu, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Ukraina bersikukuh bahwa fasilitas minyak dan gas Rusia adalah sasaran militer yang sah. Alasannya, sektor energi menjadi sumber utama pendapatan Moskow untuk membiayai invasi yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

Tanggapan Pihak Rusia

Di sisi lain, Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov membenarkan bahwa kotanya menjadi sasaran “serangan drone besar-besaran” pada malam hari. Ia mengakui bahwa terminal minyak di wilayahnya terkena serangan, namun menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Beglov juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh sebanyak 72 drone Ukraina di atas St. Petersburg dan wilayah Leningrad. Tingkat kerusakan akibat serangan masih belum dapat dipastikan. Belum ada laporan lebih lanjut mengenai seberapa parah dampak yang ditimbulkan terhadap operasional terminal minyak tersebut. Situasi di lapangan masih terus dipantau oleh otoritas setempat.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar