Wamen LH Turun Langsung ke TPA Jatiwaringin, Kerahkan 30 Personel Ahli Padamkan Api di Bawah Timbunan Sampah

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:25 WIB
Wamen LH Turun Langsung ke TPA Jatiwaringin, Kerahkan 30 Personel Ahli Padamkan Api di Bawah Timbunan Sampah
PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, turun langsung ke lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin pada Sabtu, 4 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal dengan mengerahkan 30 personel ahli kebakaran lahan gambut. Personel ini dikirim untuk mempercepat pemadaman bara api yang berada di bawah permukaan sampah, sebuah tantangan yang memerlukan teknik khusus.

Personel Ahli dari Dua Provinsi

Diaz mengungkapkan bahwa personel yang diterjunkan berasal dari Jawa Barat dan Sulawesi. Mereka adalah tenaga ahli yang berpengalaman menangani kebakaran di lahan gambut, yang karakteristiknya serupa dengan kondisi di TPA Jatiwaringin. "Kementerian Kehutanan mengirimkan 30 personel dari Jawa Barat dan Sulawesi. Mereka ini ahli dalam memadamkan gambut, jadi yang serupa dengan TPA ini," ujar Diaz dalam keterangannya.

Tantangan Pemadaman Bawah Tanah

Menurut Diaz, kebakaran di TPA ini memiliki kemiripan dengan kebakaran di lahan gambut. Penyemprotan air dari permukaan saja dinilai tidak akan efektif. Bara api diketahui tertanam di bawah timbunan sampah yang mengandung gas metana, sehingga berpotensi menimbulkan ledakan jika tidak ditangani dengan metode yang tepat. Untuk mengatasi hal tersebut, tim Manggala Agni menerapkan teknik injeksi air langsung ke bagian dalam gunungan sampah. Tim ini memiliki keahlian khusus untuk mempercepat proses pemadaman bara api bawah tanah yang sulit dijangkau.

Kendala Teknis di Lapangan

Meskipun teknik injeksi air telah diterapkan, Diaz mengakui adanya kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Air yang digunakan harus bersih, tidak boleh tercampur lumpur, karena pipa injeksi memiliki banyak pori-pori yang masuk ke bawah permukaan. "Tetapi itu pun juga tadi ada kendala teknis. Kendala teknisnya airnya harus air bersih, tidak bisa air yang tercampur dengan lumpur karena pipanya dia banyak pori-pori yang masuk ke bawah, ya," jelasnya. Di lokasi, terlihat personel bergerak hati-hati di antara tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap tipis. Suara mesin pompa air terdengar bersahutan dengan teriakan koordinator lapangan yang mengatur arah selang. Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir yang padat material organik.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar