PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memimpin delegasi negaranya dalam upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (4/7/2026), Medvedev menyampaikan keyakinannya bahwa Iran akan keluar sebagai pemenang dalam perseteruan melawan Amerika Serikat. Kehadiran delegasi Rusia ini menandai solidaritas di tengah ketegangan geopolitik yang memanas pasca serangan yang disebut-sebut dilakukan oleh AS dan Israel pada Februari lalu.
Suasana di Teheran terlihat khidmat. Para pejabat tinggi dari berbagai negara berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Medvedev, yang tiba pada Jumat (3/7) waktu setempat, langsung menyampaikan pesan duka cita atas nama Kremlin.
Keyakinan di Tengah Duka
Dalam sebuah video yang diunggah melalui saluran Telegram pribadinya, Medvedev tampak berbicara dengan nada tegas. Ia menyatakan bahwa bangsa Iran memiliki ketangguhan untuk menghadapi tekanan eksternal.
"Bangsa Iran akan keluar sebagai pemenang dalam perjuangan melawan AS," ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan media Iran, Press TV, yang mengabarkan bahwa serangan gabungan AS-Israel beberapa bulan lalu telah menewaskan Khamenei beserta sejumlah komandan militer dan pejabat tinggi lainnya. Medvedev, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan dari negara manapun.
Belasungkawa untuk Sebuah Kehilangan Besar
Medvedev juga menyoroti peran Khamenei sebagai sosok pemersatu. Ia menggambarkan almarhum sebagai figur yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat Iran di bawah satu visi.
"Atas nama kepemimpinan dan rakyat Federasi Rusia, saya menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya Ayatollah Khamenei," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Rusia turut berduka atas "kehilangan yang sangat besar ini", sebuah frasa yang ia gunakan untuk menggambarkan dampak dari peristiwa tersebut terhadap stabilitas kawasan.
Pertemuan Strategis di Sela-Sela Upacara
Di sela-sela prosesi pemakaman, delegasi Rusia menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Pertemuan tersebut berlangsung di lingkungan yang steril dan penuh pengamanan ketat, mencerminkan tingginya tensi keamanan di ibu kota Iran.
Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung kepada Medvedev. Ia mengapresiasi dukungan moral dan simpati yang ditunjukkan oleh pemerintah dan rakyat Rusia pasca gugurnya Khamenei.
Lebih jauh, Presiden Iran mendesak agar implementasi perjanjian strategis antara Teheran dan Moskow dipercepat. Ia secara spesifik menyebut sektor ekonomi, perdagangan, energi, dan transit sebagai bidang prioritas.
"Ada potensi besar untuk memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, energi, dan transit antara kedua negara, yang harus diimplementasikan dengan tekad yang lebih besar dalam kerangka perjanjian yang ada," jelas Pezeshkian.
Menanggapi hal tersebut, Medvedev menyampaikan kembali belasungkawa pribadi dari Putin. Ia menyebutkan bahwa duka tersebut tidak hanya untuk Khamenei, tetapi juga untuk para komandan militer, ilmuwan, dan warga sipil—khususnya anak-anak—yang menjadi korban dalam serangan AS-Israel baru-baru ini. Pernyataan ini menegaskan posisi Moskow yang secara konsisten menyuarakan kritik terhadap kebijakan Washington di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Jenderal Garda Revolusi Iran Ahmad Vahidi Muncul Kembali ke Publik Usai Menghilang Berbulan-bulan di Tengah Perang
Pejabat Pertahanan Israel Akui Alami Pengeboman Belum Pernah Terjadi dalam Perang Melawan Iran
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Perundingan Ulang Aturan Pelayaran Selat Hormuz Segera Digelar di Doha
Iran Klaim Serang Delapan Instalasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai Balasan