PARADAPOS.COM - Indonesia tengah menghadapi dua persoalan struktural yang saling terkait: volume sampah yang terus meningkat dan kebutuhan energi yang kian membengkak. Menjawab tantangan itu, pemerintah mempercepat program Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik, dengan target menjangkau 34 kawasan aglomerasi di seluruh tanah air. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, PLN, BUMN, hingga sektor swasta, yang diharapkan tidak hanya mengubah sampah menjadi sumber energi, tetapi juga memperbaiki tata kelola lingkungan secara keseluruhan.
Proyek WTE ini disebut-sebut sebagai salah satu proyek pengolahan sampah terbesar di dunia. Sejumlah wilayah seperti Bali, Bogor, dan Bekasi mulai mempersiapkan implementasi program untuk menghadirkan solusi energi berkelanjutan bagi Indonesia.
Forum Strategis untuk Sinergi Lintas Sektor
Waste to Energy Talks 2026 akan dikemas dalam format panel discussion dan sesi tanya jawab. Forum ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor, memaparkan strategi implementasi program WtE, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut akan membahas mengenai urgensi pengembangan Waste to Energy, arah kebijakan pemerintah, regulasi pendukung, pembagian peran antar pemangku kepentingan, hingga tantangan dan solusi dalam implementasi program tersebut.
Narasumber dari Berbagai Lini
Acara tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan sektor investasi. Di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar, Director of Transformation & Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, serta Wali Kota Medan Rico Waas dan Wali Kota Bogor Dedie Rachim.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol Imbang 0-0, Laga Berlanjut ke Perpanjangan Waktu
Menteri UMKM: Nobar Piala Dunia 2026 Dorong Perputaran Ekonomi Daerah
14.000 Warga Padati Lapangan Banteng untuk Nobar Final Piala Dunia 2026, Wagub Rano Karno Sorot Dampak Ekonomi UMKM
Babak Pertama Final Piala Dunia 2026: Spanyol Dominan, Argentina Terkunci, Skor Masih 0-0