PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa dua kapal mengalami insiden saat berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebutnya tidak aman pada Minggu, 19 Juli 2026. IRGC juga mengklaim telah berhasil mencegah pelayaran dua kapal lain yang dinilai melanggar aturan di perairan strategis tersebut. Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang memuncak antara Iran dan Amerika Serikat pasca serangan balasan militer kedua negara.
Penjelasan IRGC soal Insiden di Selat Hormuz
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita semi-resmi Fars News Agency, Angkatan Laut IRGC menyebut kapal-kapal tersebut berusaha melintasi Selat Hormuz melalui rute yang tidak aman dengan dukungan Amerika Serikat. Namun, pihak IRGC tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk insiden yang dialami kedua kapal tersebut.
IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Iran. Mereka menyatakan satu-satunya jalur pelayaran yang aman adalah koridor pelayaran resmi yang telah diumumkan oleh otoritas Iran. "Jalur tersebut dikuasai sepenuhnya oleh Iran," demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.
Latar Ketegangan yang Melatarbelakangi
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang disebut digunakan oleh militer Amerika Serikat di beberapa negara di kawasan.
Aksi saling serang antara Washington dan Teheran berlangsung meski kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan itu bertujuan untuk mengakhiri perang dan mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen.
Situasi di lapangan masih cair. Para analis keamanan regional mencatat bahwa pernyataan IRGC kali ini muncul hanya beberapa hari setelah Uni Eropa dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) secara tegas menolak segala bentuk klaim kedaulatan sepihak atas Selat Hormuz. Sikap kolektif tersebut menambah dimensi diplomatik baru dalam sengketa jalur pelayaran tersibuk di dunia ini.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun