PARADAPOS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Iran Mohammad Hassan Nami mengungkap kondisi jenazah Presiden Ebrahim Raisi dan delapan korban lain saat proses evakuasi berlangsung.
Nami mengatakan seluruh jenazah korban, termasuk jasad Raisi, dapat teridentifikasi dan dikenali meski dalam kondisi terbakar. Karena itu, menurut dia, tak perlu tes DNA untuk mengidentifikasi jenazah.
"Seluruh jenazah telah dikenali dan sudah dipindahkan ke Organisasi Medis Resmi," kata Nami seperti dikutip kantor berita IRNA, Selasa (21/5/2024).
Lebih lanjut, dia menerangkan salah satu kondisi jenazah lebih baik dari korban lainnya. Jenazah itu adalah mendiang perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran untuk wilayah Azerbaijan Timur Mohammad Ali Ale-Hashem.
Menurut Nami, saat ditemukan, kondisi jenazah Ale-Hashem lebih baik daripada yang lain. Dia bahkan mengatakan Hashem sempat hidup satu jam lebih usai kecelakaan terjadi.
Nami memaparkan Ale-Hashem bahkan sempat menghubungi Kantor Kepresidenan Iran.
"Dia (Ale-Hashem) masih hidup hingga satu jam setelah kecelakaan udara dan bahkan melakukan percakapan telepon dengan Kepala Kantor Kepresidenan Iran Gholam Hossein Esmaeili," ujar Nami.
Pejabat lain yang turut serta dalam helikopter nahas itu adalah Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dan Gubernur Azerbaijan Timur Malek Rahmati,
Helikopter rombongan Raisi jatuh di daerah pegunungan Provinsi Azerbaijan Timur pada Minggu (19/5/2024). Pejabat Iran mengonfirmasi seluruh penumpang yang berjumlah sembilan orang tewas.
Menanggapi berita duka itu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mendeklarasikan hari berkabung nasional selama lima hari.
Upacara pemakaman Raisi dijadwalkan akan berlangsung pada 22 Mei 2024.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Kemensos dan BPS Pisahkan Peran Data dan Penyaluran untuk Akurasi Bansos
BAZNAS Salurkan Ambulans Rp790 Juta untuk Gaza dari Karawang
KKP Buka Rekrutmen 3.000 Warga Sumba Timur untuk Program Budidaya Udang di Waingapu
Jadwal Salat Makassar untuk Rabu, 11 Februari 2026