Lima ibu hamil korban pelecehan seksual Dokter Iril telah menerima restitusi senilai Rp 106.335.796 dari LPSK. Pembayaran restitusi ini dilaksanakan setelah putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor 195/Pid.Sus/2025/PN.Grt tanggal 2 Oktober 2025.
Wakil Ketua LPSK Anton Prijanto menjelaskan bahwa nilai restitusi untuk kelima korban tersebut telah dibayarkan oleh terpidana dr. MSF. Rincian penerima restitusi kasus Dokter Iril adalah korban AED Rp 14,8 juta, korban APN Rp 19,6 juta, korban AI Rp 30,7 juta, korban ES Rp 12,3 juta, dan korban DS Rp 28,7 juta.
Menurut Anton, LPSK mulai menerima permohonan perlindungan dari para korban sejak April 2025. Para korban tidak hanya meminta pendampingan psikologis dan pemenuhan HAM prosedural, tetapi juga mengajukan permohonan restitusi melalui LPSK.
Setelah melalui proses penilaian yang komprehensif, LPSK menetapkan besaran ganti rugi yang mencakup kerugian materiil dan immateriil. "Nilai restitusi tersebut mencakup kerugian atas kehilangan kekayaan, serta kerugian akibat penderitaan yang ditimbulkan akibat tindak pidana," jelas Anton.
Kasi Intelijen Kejari Garut Jaya P. Sitompul menambahkan bahwa besaran restitusi dalam kasus pelecehan seksual Dokter Iril ini tergolong tinggi dibandingkan kasus kekerasan seksual lainnya. Nilai tersebut telah disesuaikan dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut.
Artikel Terkait
MPR Gelar FGD Kaji Kemunduran Kualitas Parlemen dan Kedaulatan Rakyat
Serpihan Rudal Iran Picu Kebakaran di Permukiman Israel
Polres Kotamobagu Musnahkan Ribuan Liter Miras dan Barang Bukti Narkoba
Wapres Gibran Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan dan Kesehatan