Menkeu Purbaya Tanggapi Usulan Penurunan Tarif PPN ke 8 Persen
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons serius terhadap usulan para pengamat untuk menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia dari 11 persen menjadi 9 persen atau 8 persen guna meningkatkan daya saing regional.
Analisis Dampak Fiskal Penurunan PPN
Purbaya mengungkapkan bahwa meski usulan penurunan PPN terdengar menarik, implikasi fiskalnya sangat besar. Setiap penurunan 1 persen tarif PPN berpotensi menyebabkan hilangnya pendapatan negara sebesar Rp70 triliun.
"Ketika di luar pemerintah, dengan mudah saya mengusulkan penurunan tarif PPN. Namun sebagai Menkeu, saya harus menghitung dampaknya secara matang," tegas Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta.
Fokus Perbaikan Sistem Pajak
Pemerintah saat ini memprioritaskan perbaikan sistem pengumpulan pajak dan cukai. Purbaya menargetkan dalam dua triwulan ke depan akan terlihat hasil perbaikan sistem tersebut.
"Dari perbaikan sistem ini, saya akan mengukur kemampuan riil penerimaan negara. Baru kemudian dapat dihitung dampak penurunan PPN terhadap pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Kewaspadaan terhadap Defisit Anggaran
Keputusan penurunan tarif PPN tidak dapat diambil sembarangan. Purbaya menekankan pentingnya menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam setiap kebijakan perpajakan.
Perbandingan Tarif PPN Regional
Berdasarkan analisis Indef, tarif PPN Indonesia saat 11 persen tergolong tinggi dibanding rata-rata negara ASEAN yang berkisar 8-10 persen. Thailand dan Vietnam bahkan menurunkan tarif menjadi 7-8 persen untuk mendorong konsumsi pascapandemi.
Para ekonom menilai tarif PPN ideal untuk Indonesia berada pada kisaran 9-10 persen. Penurunan terbatas ke level ini berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi 0,2-0,3 poin dengan syarat perluasan basis pajak digital dan sektor informal.
Artikel Terkait
Transformasi Digital di Pelabuhan Tanjung Priok Pangkas Waktu Tunggu Truk Hingga Kurang dari Satu Menit
Truk Oleng Tabrak Minibus dan Motor di Bangkalan, Satu Tewas dan Tiga Anak TK Luka-Luka
BMKG Peringatkan Hujan Sedang dan Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat Disertai Petir Berpotensi Landa Sebagian Besar Sumut Senin Ini