PSSI Bongkar Strategi FIFA ASEAN Cup: Kunci Utama Ada di Pemain Diaspora

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:05 WIB
PSSI Bongkar Strategi FIFA ASEAN Cup: Kunci Utama Ada di Pemain Diaspora
Respons PSSI Soal FIFA ASEAN Cup: Tunggu Kepastian dan Soroti Pemain Diaspora

Respons PSSI Soal FIFA ASEAN Cup: Tunggu Kepastian dan Soroti Pemain Diaspora

JAKARTA – Anggota Komite Eksekutif PSSI (Exco PSSI), Arya Sinulingga, akhirnya angkat bicara menanggapi wacana FIFA ASEAN Cup. Posisi resmi federasi adalah menunggu dan memantau perkembangan, sambil memperhatikan implikasinya terhadap ketersediaan pemain diaspora Timnas Indonesia.

Rencana turnamen baru ini diumumkan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat menghadiri penandatanganan MoU di Kuala Lumpur, Malaysia. Pengumuman ini langsung menyita perhatian publik sepakbola Asia Tenggara.

Status FIFA ASEAN Cup Masih Belum Jelas

Hingga saat ini, detail turnamen seperti format dan jadwal pelaksanaan masih simpang siur. Yang paling penting, belum jelas apakah FIFA ASEAN Cup akan menggantikan Piala AFF yang telah menjadi tradisi.

Arya Sinulingga menegaskan bahwa PSSI masih menunggu informasi lengkap sebelum dapat memberikan pernyataan resmi. Poin krusial yang disoroti adalah status turnamen dalam kalender FIFA.

"Saya belum dapat informasi lengkapnya. Ada yang mengatakan ASEAN Cup ini masuk agenda FIFA, tapi ada yang bilang tidak. Kalau tidak masuk, berarti kita tidak bisa memanggil pemain yang sedang bermain di luar negeri," jelas Arya di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Pentingnya Kalender FIFA untuk Pemain Diaspora

Arya kemudian menganalisis bahwa jika turnamen ini resmi diakui FIFA, seharusnya digelar pada periode FIFA Matchday. Ini adalah syarat mutlak agar federasi dapat memanggil pemain-pemain diaspora yang berkarier di liga luar negeri tanpa terkendala izin klub.

"Kalau agenda FIFA, berarti di jadwal FIFA Matchday, iya kan? Situasinya sudah berbeda. Karena belum dapat detailnya, kami belum bisa memberikan jawaban pasti," tandasnya.

Belajar dari FIFA Arab Cup

Sebagai perbandingan, FIFA sebelumnya telah menaikkan status Arab Cup menjadi turnamen resmi yang diakui sejak 2021. Turnamen ini terpisah dari Piala Teluk yang tidak diakui FIFA.

FIFA Arab Cup edisi 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2025, bertepatan dengan berjalannya kompetisi domestik di Eropa, mirip dengan Piala Afrika. Ini menjadi preseden bagaimana FIFA mengelola turnamen regional di luar konfederasi utama.

Dengan demikian, PSSI tetap bersikap hati-hati. Kepastian status FIFA ASEAN Cup dalam kalender FIFA menjadi kunci utama sebelum Indonesia dapat berkomitmen dan memastikan kekuatan terbaiknya dengan melibatkan para pemain diaspora.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar