Legenda Persib Bandung, Atep, menyampaikan pandangan optimistisnya mengenai peluang Timnas Indonesia U-22 untuk mempertahankan medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Menurut Atep, kunci utama meraih emas kembali terletak pada keyakinan tinggi dan perjuangan sungguh-sungguh para pemain.
Modal Jam Terbang dan Tantangan Berat di SEA Games 2025
SEA Games 2025 akan digelar di Thailand pada 9-20 Desember 2025. Kompetisi sepak bola pria sendiri dijadwalkan lebih awal, yaitu 3-18 Desember 2025, dan akan berlangsung di tiga kota: Bangkok, Chiang Mai, dan Songkhla City.
Atep mengakui bahwa Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi perlawanan sengit. Meski demikian, ia yakin tim asuhan Indra Sjafri ini memiliki kans besar untuk berprestasi.
"Iya, bisa karena kita tahu pemain-pemain kita juga memiliki jam terbang yang cukup baik. Walaupun memang tidak mudah mempertahankan itu karena tim-tim seperti Thailand dan Vietnam mereka juga sudah sangat mempersiapkan diri," kata Atep di Jakarta.
"Kalau dibilang kita bisa, saya yakin pasti bisa," tegasnya.
Keuntungan Timnas Indonesia U-22 Dikelola Indra Sjafri
Atep menilai, pengalaman luas Indra Sjafri dalam membina sepak bola usia muda di kawasan Asia Tenggara menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia U-22. Hal ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi tim.
"Dengan pelatih yang sama, artinya, mental juaranya sudah terbentuk dari seorang pelatih," ujarnya.
"Mudah-mudahan menular juga terhadap para pemain. Dan, saya yakin mempertahankan akan lebih berat tentunya. Tapi, kita bisa," tambah Atep.
Skuad Garuda Muda sukses mengakhiri penantian panjang 32 tahun dengan meraih medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja. Kini, target mereka adalah mempertahankan gelar tersebut di Thailand.
Artikel Terkait
KJRI Kuching Pulihkan Hak Gaji Dua PMI Asal Indonesia Total Rp170 Juta
Jakpro Mulai Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B di Jalur Velodrome-Pasar Pramuka
Ubaya Sapu Bersih Gelar Juara Putra dan Putri Campus League Basketball 2026 Regional Surabaya
Bareskrim Bongkar Modus Haji Ilegal Bermodus Visa Tenaga Kerja, 127 Orang Diduga Telah Diberangkatkan