Prancis Kirim Tim Militer dan Sipil ke Israel untuk Rencana Pasca-Gencatan Senjata Gaza
Prancis secara resmi telah mengirimkan tim yang terdiri dari personel militer dan sipil ke Israel. Misi utama tim ini adalah untuk berpartisipasi dalam perencanaan fase pasca-gencatan senjata di Jalur Gaza. Langkah ini menandai keterlibatan langsung Prancis dalam upaya stabilisasi kawasan.
Bergabung dengan Pusat Koordinasi Pimpinan AS
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean Noel Barrot, mengonfirmasi bahwa negaranya bergabung dengan beberapa negara lain yang berkontribusi di pusat koordinasi penanganan pasca-gencatan senjata. Pusat koordinasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini berlokasi di antara Yerusalem dan Tel Aviv.
“Kami telah mengirim personel militer dan sipil Prancis untuk bergabung dengan tim yang dikirim oleh Amerika Serikat untuk mengimplementasikan rencana perdamaian,” ujar Barrot dalam wawancara dengan stasiun televisi LCI, pada Jumat (31/10/2025).
Barrot juga mengonfirmasi bahwa tim Prancis telah menempati posisi mereka di kantor pusat koordinasi, meskipun jumlah dan peran spesifik mereka tidak dijelaskan secara detail.
Upaya Dorongan Resolusi PBB dan Pasukan Stabilisasi Internasional
Lebih lanjut, Menlu Barrot menyatakan bahwa Prancis dan Amerika Serikat sedang berupaya mendorong resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Resolusi ini bertujuan untuk pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza, yang akan dilaksanakan setelah gencatan senjata sepenuhnya terjamin.
Pelanggaran Gencatan Senjata dan Korji di Gaza
Di sisi lain, situasi di lapangan masih memprihatinkan. Pasukan Israel dilaporkan beberapa kali melanggar gencatan senjata yang seharusnya berlaku sejak 10 Oktober 2025. Selama periode pelanggaran tersebut, total 211 warga Gaza dilaporkan tewas.
Serangan paling mematikan terjadi pada Selasa malam hingga Rabu pagi (28-29/10/2025), yang menewaskan 104 orang. Dari korban jiwa dalam serangan itu, 46 di antaranya adalah anak-anak dan 20 adalah perempuan. Serangan tersebut juga mengakibatkan 253 orang luka-luka, termasuk 78 anak-anak.
Artikel Terkait
Polres Pekalongan Kota Siagakan Personel 24 Jam di Jalur Pantura Jelang Puncak Mudik 2026
Rumah di Kuningan Barat Ludes Terbakar, Seluruh Penghuni Selamat
Polisi Bantu Warga Bogor Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Ketua Umum PKB Prihatin Atas Penangkapan Bupati Cilacap oleh KPK