PARADAPOS.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku prihatin dan tak menyangka atas penangkapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Syamsul, yang merupakan kader partainya, kini berstatus tersangka dalam dugaan pemerasan terhadap bawahannya. Pernyataan ini disampaikan Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, di kantor DPP PKB, Jakarta, pada Minggu (15/3/2026).
Respons Atas Penangkapan Kader
Di tengah suasana kantor partai yang ramai, Muhaimin Iskandar menyampaikan reaksinya atas penangkapan tersebut. Ia menegaskan sikap partai yang menghormati penuh proses hukum yang sedang berjalan. Dalam pernyataannya, ia juga mengingatkan seluruh kader PKB, terutama yang menduduki jabatan publik, untuk selalu berhati-hati dan menjaga integritas.
"Ya, kami prihatin. Tidak menyangka," tuturnya dengan nada serius.
Peringatan untuk Seluruh Kader
Lebih lanjut, politisi senior itu menekankan pentingnya komitmen anti-korupsi di tubuh partai. Pesannya jelas dan tegas, ditujukan sebagai peringatan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Ia menyerukan kewaspadaan ekstra terhadap praktik-praktik yang dapat menjerumuskan.
"Tentu kita hormati proses hukum sajalah. Yang penting semua Bupati PKB jangan pernah terjebak pada hal-hal yang membahayakan dan menuju korupsi," tegas Cak Imin.
Pernyataan ini menggarisbawahi posisi partai yang, setidaknya secara formal, memilih untuk tidak campur tangan dalam proses hukum yang sedang dijalani oleh salah satu anggotanya. Kasus ini kembali menyoroti tantangan penegakan hukum dan etika di tingkat pemerintahan daerah.
Artikel Terkait
Balai Karantina Lampung Bongkar Peredaran Puluhan Ribu Benih Sawit Palsu via E-commerce, Negara Rugi Rp42 Miliar
PNKT Salurkan 285 Paket Perlengkapan Sekolah dan Air Bersih untuk Warga Bogor
Singapura Tahan Imbang Vietnam 0-0, Kunci Puncak Klasemen Grup A Piala AFF 2026
IFG Life Gandeng Bank Himbara Sediakan Asuransi Jiwa Kredit untuk Pembeli Rumah di Danantara Housing Expo 2026