Trump Perintahkan Uji Coba Senjata Nuklir, Ini Alasannya

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 01:10 WIB
Trump Perintahkan Uji Coba Senjata Nuklir, Ini Alasannya

AS Akan Uji Coba Senjata Nuklir, Trump Perintahkan Pentagon Segera Bertindak

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana melakukan uji coba senjata nuklir. Presiden Donald Trump secara resmi memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk segera melaksanakan pengujian persenjataan nuklir negara tersebut.

Alasan AS Uji Coba Senjata Nuklir

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa uji coba senjata nuklir merupakan langkah penting bagi keamanan nasional. Tujuannya untuk memastikan keandalan dan fungsi persenjataan strategis AS.

"Rusia memiliki persenjataan nuklir yang besar, China memiliki persenjataan nuklir yang besar. Terkadang Anda harus menguji untuk memastikannya berguna dan berfungsi dengan baik," jelas Vance di Gedung Putih.

Perintah Langsung Trump untuk Uji Coba Nuklir

Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa negara lain sedang melakukan uji coba nuklir sehingga AS perlu mengambil langkah serupa.

"Karena negara-negara lain menguji coba program-program mereka, saya memerintahkan Departemen Perang untuk memulai uji coba senjata nuklir berdasarkan basis yang setara," tulis Trump.

Posisi AS dalam Persaingan Nuklir Global

Trump juga menegaskan bahwa AS masih menjadi negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia. Namun, dia mengakui adanya kekhawatiran bahwa China sedang mengejar ketertinggalan dengan cepat dalam hal kemampuan nuklir.

Latar Belakang Uji Coba Nuklir AS

Keputusan Trump untuk menguji senjata nuklir muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba drone torpedo nuklir Poseidon. Torpedo Poseidon tidak hanya dilengkapi hulu ledak nuklir, tetapi juga ditenagai oleh reaktor nuklir.

Senjata canggih ini diyakini mampu menciptakan tsunami radioaktif besar jika diledakkan di dekat wilayah pantai. Meskipun Kremlin tidak mengungkapkan rincian teknis lengkap, uji coba tersebut dianggap sebagai pesan simbolis bahwa Rusia siap memperkuat posisi nuklirnya di tengah meningkatnya ketegangan global.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar