Budi Arie & Projo Disarankan Gabung PSI, Bukan Gerindra: Analisis Lengkap

- Senin, 03 November 2025 | 04:25 WIB
Budi Arie & Projo Disarankan Gabung PSI, Bukan Gerindra: Analisis Lengkap
Budi Arie dan Projo Disarankan Gabung PSI, Bukan Gerindra - Analisis Peta Politik

Budi Arie dan Projo Disarankan Gabung PSI, Bukan Gerindra

Mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, bersama dengan relawan Projo, mendapatkan saran untuk mempertimbangkan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) alih-alih Partai Gerindra jika ingin tetap mengikuti garis politik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jarak Politik Jokowi dengan Projo?

Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, memberikan analisisnya. Ia menyoroti fakta bahwa Projo dikenal sebagai relawan fanatik Jokowi. Namun, ketidakhadiran Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, dalam Kongres Projo terbaru dinilai mengindikasikan adanya jarak politik.

"Ironis, di Kongresnya terkini, Joko Widodo tidak hadir. Begitu pula, Gibran Rakabuming Raka tidak hadir. Sebagai anak Joko Widodo yang kini wapres, setidaknya hadir mewakili sebagai bentuk komitmen dan penghormatan terhadap para pendukungnya," ujar Hasanuddin.

Dasco Gerindra Justru Hadir

Sikap ini dinilai kontras dengan kehadiran Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco, dalam acara yang sama. Kehadiran Dasco dianggap sebagai bentuk penghormatan Partai Gerindra terhadap para pendukung pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

PSI Sebagai Pilihan yang Lebih Tepat

Hasanuddin menegaskan bahwa jika tujuan Budi Arie dan Projo adalah mengikuti jejak politik Jokowi, maka PSI adalah pilihan yang lebih tepat. Ketidakhadiran Jokowi dan Gibran bisa ditafsirkan sebagai tanda ketidakcocokan, yang berarti Budi Arie sudah ditinggalkan oleh patron politiknya.

“Jika ingin mengikuti garis politik Jokowi, Budi Arie dan Projo sebaiknya bergabung ke PSI. Ketidakhadiran Jokowi-Gibran bisa jadi menandakan ketidakcocokan, sehingga Budi Arie sudah ditinggalkan,” jelasnya.

Saran untuk Budi Arie dan Projo Menuju 2029

Menyikapi perubahan logo Projo, Hasanuddin menilai hal itu wajar jika Budi Arie ingin mengubahnya, termasuk mengubah singkatan Projo agar tidak lagi menonjolkan siluet Jokowi.

Untuk menghadapi Pemilu 2029, Hasanuddin memberikan dua opsi strategis kepada Budi Arie dan Projo: memperbaiki hubungan dengan Jokowi dan Gibran, atau fokus membantu menyukseskan program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler