“Yang ingin saya coba highlight sepertinya Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa dia yang selama ini dipersepsikan agak kurang fasih bahasa Inggrisnya di berbagai forum, ternyata juga bisa berbahasa Inggris. Itu ajang sebagai pembuktian,” ujar Adi dalam kanal YouTube miliknya, Minggu (23/11/2025).
Adi lebih lanjut menjelaskan bahwa selama sepuluh tahun menjabat sebagai presiden, penampilan Jokowi di kancah global kerap menjadi sorotan dan bahan perbincangan.
“Selama ini, sepanjang jadi Presiden, Jokowi selalu dipersepsikan sebagai orang yang kehadirannya di forum internasional cukup tidak terlampau signifikan dan bahkan bahasa Inggrisnya dalam banyak hal seringkali dikritik,” tambahnya.
Oleh karena itu, keputusan Jokowi untuk tampil dan berpidato resmi dalam bahasa Inggris di forum Bloomberg New Economy dinilai sebagai sebuah bentuk penegasan. Ini adalah bukti bahwa ia mampu tampil setara dan sejajar dengan para pemimpin dunia lainnya.
“Kalau bicara tentang Jokowi, jangankan hadir ke forum internasional. Jadi apa pun terkait dengan Jokowi pasti menjadi kontroversi dan perdebatan yang tidak berkesudahan,” pungkas Adi Prayitno.
Dengan penunjukan dan undangan pidato ini, Jokowi kembali menegaskan posisinya sebagai figur yang diperhitungkan dalam percakapan dan kebijakan ekonomi global, bahkan setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir.
Artikel Terkait
PDI Perjuangan Larang Kader Korupsi: Isi Surat Edaran & Arahan Rakernas 2026
Respons PDIP Soal Ambisi Kaesang & PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029
Megawati Institute Resmi Berdiri: Ketua Umum PDIP Resmikan Think Tank di HUT ke-53 Partai
Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo