Sorotan publik juga tertuju pada perubahan sikap aktivis Eggi Sudjana yang belakangan bertemu dengan Jokowi bersama Damai Hari Lubis (DHL). Pasca pertemuan tersebut, Eggi disebut memecat sejumlah aktivis dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk Muslim Arbi yang mengaku masih menjabat sebagai Ketua TPUA.
Muslim mengkritik sikap Eggi yang dinilai berbalik menyerang Roy Suryo dan justru melontarkan pujian kepada Jokowi. Terkait isu transaksi politik di balik perubahan sikap ini, Muslim menyatakan hal itu sulit dibuktikan, namun terdapat indikasi yang kuat. Ia menegaskan bahwa sikap Eggi yang memecat para pejuang TPUA menjadi indikasi bahwa Eggi dan DHL telah 'dibeli' oleh Jokowi.
Proses Hukum Diprediksi Akan Terus Berjalan
Meski dengan adanya perubahan sikap dari beberapa pihak, Muslim Arbi meyakini bahwa proses hukum terkait dugaan ijazah palsu Jokowi akan tetap berjalan dan tidak mudah dihentikan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kasus ini akan tetap terbongkar dan publik tidak akan menerima kebohongan yang selama ini ditutup rapat.
Polemik ini terus menjadi perhatian utama dalam dinamika politik dan hukum Indonesia di tahun 2026, dengan perkembangan sidang dan pergeseran aliansi politik yang terus dipantau oleh berbagai kalangan.
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Usulkan Sidang Darurat PBB: Analisis Lengkap
Gerakan Rakyat Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres, Target Jadi Partai Politik 2026
Gibran Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Saya Bangga Jadi Nomor Satu Netflix
Desakan Mundur Meutya Hafid dari Menkomdigi Gagal Berantas Judi Online