"Tim media Gibran bahkan disebut sudah bekerja sejak sekarang. Ini menandakan 2029 bukan agenda dadakan," tegas Amir.
Kaitannya dengan Kerusuhan 2025 dan Strategi Defensif
Amir Hamzah juga menyoroti peristiwa kerusuhan Agustus 2025 yang masih menyisakan tanda tanya. Investigasi yang ada mengungkap keterkaitan mobil tertentu dengan koordinator penjarah di lokasi berbeda, yang diduga terkait pengusaha dari Solo.
Dalam analisis geopolitiknya, Amir menilai dukungan Jokowi terhadap Prabowo-Gibran dua periode dapat dibaca sebagai langkah politik defensif. Dalam konteks pergantian rezim, menjaga hubungan baik dengan penguasa aktif merupakan strategi umum untuk mengamankan posisi di masa depan.
Dinamika Kekuasaan Menuju 2029 Sudah Dimulai
Meski pemerintahan Prabowo-Gibran baru dimulai, Amir Hamzah menyimpulkan bahwa dinamika politik menuju Pemilu 2029 dinilai sudah mulai bergerak. Peta kekuasaan, loyalitas partai, hingga pembentukan opini publik disebut sedang dipanaskan secara bertahap.
"Politik Indonesia tidak pernah benar-benar berhenti. Ia hanya berganti bab," tutup Amir Hamzah, menegaskan bahwa analisis terhadap setiap pernyataan politik perlu melihat konteks dan kemungkinan skenario jangka panjang.
Artikel Terkait
Partai Demokrat Netral: Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran, Tolak Politik Warisan Jokowi
KKN Jokowi di UGM 1985: Koordinator Klaim Tidak Kenal Nama Joko Widodo
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun ke AS vs Tragedi Anak SD di NTT
Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir: Tuntutan Hukum atas Dugaan Penyimpangan BUMN