2. Kritik terhadap Keterlibatan Partai sebagai Vendor:
Faisal Basri menciptakan skenario yang cukup kontroversial, mengkhawatirkan kemungkinan kader partai menjadi vendor penyedia makan siang gratis.
Analisisnya menyoroti potensi konflik kepentingan dan meragukan keberlanjutan program.
3. Tantangan dalam Meningkatkan Daya Beli:
Dalam pandangan Faisal Basri, langkah yang lebih konstruktif adalah meningkatkan daya beli masyarakat miskin dengan memberikan bantuan berupa uang.
Baca Juga: Reaksi Bahlil yang Kaget Ditarik Prabowo Ketika Debat Cawapres
Pendekatan ini dianggap lebih fleksibel dan memungkinkan individu untuk memilih jenis makanan sesuai preferensi.
4. Respons Prabowo:
Prabowo, sebagai pihak yang terlibat langsung, membantah bahwa program ini hanya tentang bisnis yang menggiurkan.
Menurutnya, program ini merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan produktif.
5. Mencari Solusi Edukasi:
Prabowo menyoroti masalah akademik di Indonesia, terutama rendahnya skor dalam peringkat PISA.
Ia menegaskan perlunya fokus pada edukasi untuk memajukan kualitas pendidikan dan daya saing bangsa.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
PBNU Tetapkan Kembali KH Yahya Cholil Staquf Sebagai Ketua Umum: Jadwal Muktamar NU 2026
Kekeliruan Tanggal Lulus Jokowi di Video UGM: Fakta, Kronologi, dan Analisis Lengkap
TPUA Klaim Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Resmi Jadi Bagian Kubu Jokowi: Kronologi Lengkap
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: PP Himmah Kritik Kinerja & Isu Reshuffle Kabinet Prabowo