Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora Mencuat, PP Himmah Kritik Kinerja
Isu reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin menguat. Salah satu nama yang didorong untuk dicopot adalah Erick Thohir dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Desakan tersebut datang dari Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PP Himmah). Ketua Umum PP Himmah, Abdul Razak Nasution, menilai dalam satu tahun pemerintahan, kinerja Erick Thohir tidak signifikan dalam memajukan sektor kepemudaan.
Kritik Terhadap Fokus Kemenpora yang Dinilai Timpang
Razak menyatakan bahwa fokus kementerian hanya pada olahraga, sementara pembinaan pemuda sebagai agen perubahan dan tulang punggung Indonesia Emas 2045 diabaikan.
"Tidak ada prestasi signifikan dalam memajukan kepemudaan. Pemuda dibiarkan tanpa arah," ujar Razak dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, kondisi ini bertentangan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo yang menekankan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama bangsa.
Sorotan Rekam Jejak dan Dugaan Kasus Masa Lalu
PP Himmah juga menyoroti rekam jejak Erick Thohir saat menjabat sebagai Menteri BUMN. Organisasi ini menyebut sejumlah dugaan kasus yang kembali mengemuka, seperti:
- Kontroversi investasi Gojek Tokopedia (GOTO).
- Proyek fiktif senilai Rp147 miliar di PT Telkomsel.
- Dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi lahan PT Timah yang telah dilaporkan ke KPK.
"Pejabat publik harus bersih, apalagi yang mengurus masa depan pemuda. Aparat hukum wajib memeriksa laporan masyarakat secara terbuka," sambung Razak.
Desakan Pembentukan Kementerian Pemuda yang Terpisah
Lebih lanjut, PP Himmah mengumumkan rencana membentuk koalisi pemuda lintas organisasi. Tujuannya adalah mendesak Presiden Prabowo menerbitkan Perppu untuk memisahkan Kementerian Pemuda dari Kementerian Olahraga.
Razak menegaskan langkah ini agar isu kepemudaan mendapat perhatian dan alokasi anggaran yang layak. Saat ini, anggaran untuk kepemudaan dinilai nyaris nihil.
"Sudah saatnya Kementerian Pemuda berdiri sendiri, terpisah dari olahraga, dan dibentuk tahun ini juga. Jika pemuda diabaikan hari ini, jangan harap Indonesia Emas 2045 terwujud," tutupnya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Larang Roy Suryo Layani Tantangan Debat Rismon Sianipar
Aktivis Ungkap Detil Pertemuan dengan Rismon Sianipar Soal Dokumen Skripsi Jokowi
Presiden Prabowo Sebut Kritik Pengamat Ekonomi Sikap Sempit dan Tidak Patriotik
Menkeu Kritik Analisis Ekonomi di TikTok dan YouTube: Kita Nggak Perlu Takut