Dia mengatakan kondisi itu menandai soliditas di tingkat masyarakat cukup tinggi, sehingga dapat menciptakan kondusifitas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Survei IPO melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional.
Penarikan sampel menggunakan teknik stratified multistage random sampling atau pengambilan sampel bertingkat.
IPO menyatakan menyatakan tingkat kesalahan atau margin of error survei kurang lebih 2,9 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Periode survei adalah 22-28 Mei 2025.
IPO terlebih dahulu menentukan primary sampling unit pada sejumlah kelurahan/desa untuk menjadi sampel.
Pada setiap kelurahan/desa akan dipilih secara acak, dengan menggunakan random kish grid paper, sebanyak lima rukun tetangga.
Lalu pada setiap RT dipilih dua keluarga, dan setiap keluarga akan dipilih satu responden yang memenuhi syarat, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Pemilihan dilakukan secara acak dengan pembagian responden laki-laki dan perempuan pada pembagian 50:50.
Pada tiap-tiap proses, kata IPO, pemilihan selalu menggunakan alat bantu berupa lembar acak, sehingga surveyor tidak dapat memilih responden secara subyektif/purposif.
Sumber: Tempo
Artikel Terkait
Strategi Politik Jokowi: Dukungan ke PSI Kaesang & Proyeksi Gibran di Pilpres 2029-2034
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno: Pertemuan Malam Hari di Kertanegara Diungkap
Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri: Analisis Hukum Dampaknya bagi Institusi Polri