Iran Klaim Bongkar Jaringan Mossad, Tangkap 35 Tersangka Teroris dan Penyelundup Senjata

- Kamis, 16 April 2026 | 10:25 WIB
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mossad, Tangkap 35 Tersangka Teroris dan Penyelundup Senjata

PARADAPOS.COM - Kementerian Intelijen Iran mengumumkan telah membongkar sebuah jaringan yang dituding terkait dengan badan intelijen asing, termasuk Mossad Israel. Dalam operasi yang digelar di enam provinsi, otoritas setempat menangkap puluhan orang yang didakwa sebagai teroris, separatis, dan penyelundup senjata. Pengumuman resmi ini disampaikan pada Rabu (16/4/2026), menyusul serangkaian operasi keamanan dalam dua bulan terakhir.

Operasi Penggerebekan di Enam Provinsi

Operasi keamanan skala luas ini berhasil meringkus 35 orang yang oleh pemerintah Iran dikategorikan sebagai elemen berbahaya. Penangkapan tersebar di beberapa wilayah, dengan fokus pada kelompok yang dituduh melakukan upaya separatisme dan teror.

Menurut laporan media dalam negeri Iran, salah satu yang berhasil diamankan adalah seorang figur yang diidentifikasi sebagai pendiri dan pemimpin kelompok teroris terkait Zionis. Kelompok ini disebut beroperasi dengan tujuan memisahkan Provinsi Khuzestan dari Iran.

Kantor berita Tasnim, dalam pelaporannya, merinci pernyataan resmi dari Kementerian Intelijen.

"Penangkapan ini mencakup 35 elemen teroris, separatis, dan penyelundup senjata,"
demikian bunyi laporan tersebut, mengutip pernyataan otoritas.

Keterkaitan dengan Aksi Kekerasan

Jaringan yang dibongkar ini juga dituding bertanggung jawab atas sejumlah aksi kekerasan di berbagai provinsi. Korban dari operasi mereka diklaim termasuk petugas intelijen dan anggota paramiliter Basij yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Operasi mereka diduga meliputi pembunuhan hingga pengeboman.

Mengenai lokasi penangkapan sang pemimpin kelompok, kantor berita ISNA memberikan informasi spesifik.

"Pemimpin teroris tersebut ditangkap di Provinsi Isfahan,"
tutur laporan dari agensi berita semi-resmi itu.

Pengungkapan Sel dan Penyitaan Senjata

Selain kelompok utama, operasi ini juga mengungkap sejumlah sel terpisah yang bergerak di wilayah berbeda. Di Provinsi Gilan, sebuah sel beranggotakan tiga orang ditangkap karena dicurigai terlibat dalam persiapan aksi pengeboman, termasuk menyiapkan senjata api dan bom rakitan.

Penyitaan material berbahaya juga terjadi di Provinsi Kerman. Di sana, sebuah sel lain berhasil dibekuk.

"Sebuah sel teror beranggotakan empat orang lainnya ditangkap di Provinsi Kerman, dengan tiga bom rakitan, beberapa bahan pembuatan bom, dan sebuah pistol ditemukan dan disita,"
lanjut laporan Tasnim yang mengutip sumber keamanan.

Operasi serupa juga berlangsung di Provinsi Hormozgan, Hamedan, dan Hamadan, dengan total belasan orang diamankan.

Gagalnya Upaya Penyelundupan Senjata

Aspek lain dari pengungkapan ini adalah penggagalan dua jaringan penyelundupan senjata. Kedua sel ini disebut berupaya membawa senjata melintasi perbatasan dari Kurdistan Irak ke dalam wilayah Iran. Dari upaya penyelundupan ini, pihak berwenang menyita total 42 pucuk senjata.

Satu sel bertujuan mendistribusikan 30 pistol di Provinsi Khuzestan, sementara sel kedua berencana menyebarkan 12 senjata beserta 24 magazen di wilayah Provinsi Kermanshah. Kedua rencana tersebut berhasil digagalkan oleh aparat keamanan Iran.

Dugaan Keterkaitan dengan Operasi Intelijen Asing

Pihak berwenang Iran juga menyatakan telah menangkap sejumlah individu yang diduga bekerja untuk "markas media rezim Zionis". Menurut klaim otoritas, para tersangka ini berperan dalam memprovokasi warga untuk melakukan pengkhianatan. Penangkapan terkait dugaan ini dilakukan di Provinsi Hormozgan, Hamedan, dan Kerman.

Secara keseluruhan, pengumuman dari Kementerian Intelijen Iran ini menegaskan klaim Teheran tentang keberhasilan aparatnya dalam menangkal ancaman keamanan yang mereka anggap bersumber dari luar negeri. Operasi ini digambarkan sebagai pukulan signifikan terhadap jaringan yang selama ini mengincar stabilitas nasional.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar