PARADAPOS.COM - Gempa bumi kembar berkekuatan signifikan mengguncang Venezuela, menewaskan sedikitnya 920 orang dan menyebabkan lebih dari 50.000 lainnya dinyatakan hilang. Bencana ini melanda wilayah pesisir La Guaira, tak jauh dari ibu kota Caracas, yang menjadi area paling parah terdampak. Ratusan bangunan, termasuk apartemen, permukiman, dan fasilitas publik, runtuh dan berubah menjadi tumpukan puing. Tim penyelamat dari berbagai negara kini berjibaku di tengah keterbatasan alat berat untuk mencari korban yang diduga masih terjebak.
Operasi Penyelamatan yang Kompleks
Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, mengakui bahwa operasi penyelamatan menghadapi tantangan luar biasa. Luasnya area terdampak, gempa susulan yang terus terjadi, serta kondisi bangunan yang tidak stabil menjadi ancaman serius bagi para petugas di lapangan.
“Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks,” kata Fletcher, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.
Di banyak titik, keluarga korban dan relawan terpaksa melakukan pencarian secara manual karena minimnya alat berat. Suasana duka dan frustrasi terlihat jelas. Marjosly Salazar, misalnya, masih kehilangan putrinya yang berusia 16 tahun. Ia juga terus mencari bayi berusia lima bulan dan seorang kerabat lainnya yang belum ditemukan.
“Tolong, kami butuh bantuan di sini. Kami butuh mesin untuk mulai mengangkat tiang-tiang itu. Kami belum melihat pejabat pemerintah di sini, sama sekali tidak ada,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kemarahan Publik dan Respons Pemerintah
Kekecewaan warga terhadap lambannya respons pemerintah mulai meledak. Saat pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengunjungi salah satu kawasan terdampak di Caracas, ia mendapat sambutan cemoohan. Warga yang berkumpul di sekitar bangunan runtuh meneriakkan protes keras dari balik garis pengamanan.
“Pemerintah tidak melakukan apa pun untuk rakyat,” seru mereka serempak.
Peluang Selamat yang Menipis
Di tengah hiruk-pikup penyelamatan, peluang menemukan korban selamat di sejumlah lokasi semakin tipis. Nadiomar Polanco, pemimpin tim penyelamat asal Chile, menggambarkan kondisi di sebuah kompleks apartemen di La Guaira yang hampir sepenuhnya rata dengan tanah.
“Sayangnya, bangunan tersebut runtuh total, dan kecil kemungkinan menemukan korban selamat. Upaya kini difokuskan pada evakuasi jenazah para korban meninggal,” jelasnya.
PBB mencatat sedikitnya 17 negara telah mengirimkan bantuan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela. Negara-negara seperti Spanyol, Swiss, Kolombia, Meksiko, dan Amerika Serikat termasuk di antara mereka yang turun tangan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gempa Kembar Magnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh dan Warga Panik
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Kesepakatan dengan Iran Tak Tercapai dalam 60 Hari
Iran Ancam Serang Balik Jika Israel Terus Bombardir Lebanon, Proses Damai dengan AS Terancam
Trump Kritik Taktik Militer Israel di Lebanon, Sarankan Suriah Tangani Hizbullah