PM Thailand Anutin Akan Minta China Percepat Impor 500.000 Ton Beras di KTT APEC
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, berencana untuk secara langsung memohon kepada Presiden China Xi Jinping agar Beijing mempercepat keputusan pembelian 500.000 ton beras Thailand. Pertemuan bilateral ini direncanakan terjadi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Korea Selatan.
“Saya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengangkat isu penting, khususnya usulan impor beras yang tidak hanya akan meningkatkan pendapatan nasional, tetapi juga memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan Tiongkok,” ujar Anutin sebelum berangkat ke Seoul, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Menteri Perdagangan Thailand, Suphajee Suthamphan, menambahkan bahwa dirinya akan melakukan kunjungan ke China pada bulan depan. Tujuan kunjungan ini adalah untuk menuntaskan perjanjian pembelian beras secara pemerintah-ke-pemerintah (G-to-G) serta memperluas kerja sama di sektor pertanian. China telah menjadi mitra dagang terbesar Thailand selama 12 tahun berturut-turut, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 96 miliar Dolar AS hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini.
Agenda PM Anutin di KTT APEC
Dalam pertemuan APEC, Anutin dijadwalkan untuk menghadiri dua sesi utama. Kedua sesi tersebut akan membahas strategi untuk memperkuat perdagangan, investasi, serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan inovasi untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Selain itu, Anutin juga diagendakan untuk berpidato di KTT CEO APEC yang mengusung tema “Bridge, Business, Beyond”. Ia juga akan melakukan pertemuan dengan Koalisi AS-APEC, yang merupakan salah satu jaringan bisnis terbesar di Amerika Serikat.
Pada malam hari, Perdana Menteri Thailand dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam khusus para pemimpin APEC yang diselenggarakan oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Dalam acara ini, ia diperkirakan akan melakukan diskusi informal dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Artikel Terkait
Keheningan Media Sosial Yair Netanyahu Picu Rumor Liar soal PM Israel
Klaim Dokumen Rahasia CIA Soal Imam Mahdi Viral, Belum Ada Konfirmasi Resmi
Israel Bantah Klaim Kematian Netanyahu yang Viral di Media Sosial
IRGC Ancam Perluas Target Serangan ke Kantor Perusahaan AS di Timur Tengah