Tidak hanya dari luar negeri, desakan agar Ainul Yaqin dicopot dari jabatannya juga datang dari dalam negeri. Beberapa warganet melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta pemberhentian Ainul sebagai Komisaris Transjakarta.
Mereka menilai pernyataan Ainul tidak mencerminkan akhlak yang baik dan dinilai tidak pantas untuk menduduki posisi strategis di BUMD tersebut.
Latar Belakang Kontroversi Orasi Ainul Yaqin
Kontroversi ini berawal dari rekaman orasi Ainul Yaqin yang mengenakan jaket Ansor. Dalam orasinya, dia menyampaikan ancaman, "Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti Banser menggorok leher PKI. Halal darah kalian."
Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak, terlebih Ainul dikenal sebagai seorang hafizh (penghafal Al-Qur'an 30 juz) dan menduduki beberapa posisi penting, termasuk Ketua GP Ansor DKI Jakarta dan Tenaga Ahli Menteri Agama RI.
Insiden ini telah mencoreng nama institusi dan memicu diskusi publik tentang etika dan tanggung jawab seorang pejabat publik.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024: IDCloudHost, OVHcloud, Hetzner, dll.
Siapa Ayah Kandung Ressa Rossano? Denada Akui Anak, Adjie Pangestu Bantah
Prilly Latuconsina Kerja Jadi Sales di Summarecon Mall Bekasi, Ini Kisahnya
Analisis Lengkap: Perbedaan Agenda Kapolri Listyo Sigit dan Jokowi sebagai Pejuang