Menghadapi kemarahan sang jenderal, Uya Kuya tidak langsung membalas. Dengan tenang, ia memberikan klarifikasi dan penjelasan bahwa video yang beredar adalah hasil edit yang tidak bertanggung jawab.
Uya pun menunjukkan bukti-bukti video asli yang sebenarnya. Setelah menyaksikan fakta yang sebenarnya, sang jenderal langsung menyadari kesalahpahamannya.
Momen Permintaan Maaf Sang Jenderal
Menyadari telah terjebak hoaks, rekan Uya yang berpangkat jenderal itu spontan meminta maaf. Uya kembali menirukan ucapan sang jenderal, "Astagfirullahaladzim. Maaf, maaf, maaf, saya salah paham."
Kejadian ini menjadi bukti nyata betapa bahayanya penyebaran hoaks dan disinformasi. Bahkan seorang jenderal yang notabene memiliki akses informasi yang luas pun bisa menjadi korban, yang berujung pada kesalahpahaman dan konflik yang tidak perlu.
Cerita Uya Kuya ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu bersikap kritis dan mengecek kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya lebih lanjut.
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta (Euro) ke Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Noel Ebenezer
Dokumen Epstein: Kaitan Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA Terungkap
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Wajib Sertifikat
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024: IDCloudHost, OVHcloud, Hetzner, dll.