Produksi Dalam Negeri Surplus, Petani Dilindungi
Arief menekankan bahwa impor beras khusus ini tidak akan mengganggu stabilitas pasar beras medium dalam negeri maupun menekan harga gabah petani.
"Segmen industri harus berjalan, tetapi stabilitas pangan dan perlindungan petani tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Dia memastikan produksi beras dalam negeri dalam kondisi aman dan surplus. Data BPS memproyeksikan produksi beras mencapai 34,79 juta ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras medium nasional.
"Bersyukur tahun ini kebutuhan beras medium kita aman dari tangan petani dalam negeri dan sudah surplus. Produksi kita mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk impor beras medium," lanjut Arief.
Data BPS Per Oktober 2025
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartin, menyampaikan bahwa impor beras pada Oktober 2025 tercatat sebesar 40,7 ribu ton. Dengan penambahan ini, total kumulatif impor beras khusus dan industri sepanjang Januari-Oktober 2025 resmi mencapai 364,3 ribu ton.
Kebijakan ini menunjukkan pemerintah membedakan dengan tegas antara impor untuk kebutuhan industri spesifik dengan menjaga kedaulatan pangan beras utama yang telah dicapai melalui swasembada.
Artikel Terkait
Ricuh di Keraton Solo: Protes GKR Rumbai Gagalkan Seremonial SK Fadli Zon ke Tedjowulan
Bocil Block Blast Viral: Ancaman Malware & Hukum yang Wajib Diwaspadai
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?