Presidium Selamatkan Organisasi Soroti Penyebab Krisis
Sementara itu, Presidium Penyelamat Organisasi untuk Percepatan Muktamar dan Muktamar Luar Biasa Nadlatul Ulama mengeluarkan pernyataan sikap. Mereka menyatakan apresiasi dan penghormatan terhadap keputusan Syuriyah PBNU sebagai lembaga tertinggi, namun juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi krisis yang dinilai "menyedihkan dan memalukan".
Pihak ini memandang krisis PBNU sebagai akumulasi dari tata kelola organisasi yang telah melenceng dari jalur semestinya. Beberapa hal yang disinggung antara lain peringatan dini tentang infiltrasi, tata kelola keuangan yang tidak transparan, dan arogansi struktural. "Kami menyimpulkan krisis PBNU saat ini adalah kesalahan kolektif kepemimpinan PBNU yang telah kehilangan Ruhul Khidmah (jiwa pengabdian)," jelas pernyataan tersebut.
Rekomendasi Jalan Keluar: Percepatan Muktamar
Presidium menghargai langkah Syuriyah yang akan menggelar Rapat Pleno untuk menunjuk Penjabat Ketua Umum PBNU dengan tugas utama menyiapkan Muktamar ke-35 NU. Mereka merekomendasikan agar muktamar diselenggarakan pada awal tahun 2026.
Jika Rapat Pleno dinilai tidak mencapai keputusan yang semestinya, rekomendasi berikutnya adalah melibatkan pemilik mandat, yaitu PWNU, PCNU, dan PCINU, untuk secara resmi meminta percepatan Muktamar atau penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB).
Di akhir pernyataan, seluruh warga NU diajak untuk menjaga ukhuwah nahdliyah, menjunjung tinggi etika bermedia, serta memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT agar persoalan di tubuh PBNU segera menemukan jalan keluar terbaik melalui islah konstitusional.
Artikel Terkait
Ricuh di Keraton Solo: Protes GKR Rumbai Gagalkan Seremonial SK Fadli Zon ke Tedjowulan
Bocil Block Blast Viral: Ancaman Malware & Hukum yang Wajib Diwaspadai
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?