Kebakaran Terra Drone Indonesia: 22 Tewas Diduga Akibat Ledakan Baterai Drone

- Rabu, 10 Desember 2025 | 12:50 WIB
Kebakaran Terra Drone Indonesia: 22 Tewas Diduga Akibat Ledakan Baterai Drone
Kebakaran Terra Drone: Kronologi, Korban, dan Jejak Proyek Strategisnya

Kebakaran Mengerikan di Terra Drone Indonesia, 22 Tewas Diduga Akibat Ledakan Baterai Drone

Jakarta - Tragedi kebakaran hebat melanda gedung kantor Terra Drone Indonesia di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) siang. Insiden ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai sejumlah korban lainnya yang dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi dari kepolisian dan saksi mata, kebakaran diduga kuat dipicu oleh ledakan baterai drone yang disimpan di dalam gedung. Ledakan keras tersebut memicu api yang dengan cepat menjalar ke lantai lain, menghambat proses evakuasi karena asap tebal dan jalur yang sulit dijangkau.

Profil Terra Drone: Dari Pemetaan Sawit Sumatra Hingga Proyek Tol Cisumdawu

Di balik tragedi ini, sorotan beralih pada profil Terra Drone Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari Terra Drone, penyedia layanan drone terbesar di dunia yang berbasis di Jepang. Di Indonesia, peran mereka cukup signifikan dalam berbagai proyek strategis.

Melalui divisi Terra Agri, perusahaan ini aktif dalam pemetaan dan pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatra. Pada 2021, mereka bahkan bekerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) untuk penelitian penggunaan drone dalam memantau petani sawit swadaya di Riau.

Tak hanya di sektor agrikultur, Terra Drone Indonesia juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur. Perusahaan ini pernah melakukan survei udara untuk pembangunan Tol Cisumdawu di Jawa Barat, dengan cakupan area sekitar 30 kilometer menggunakan drone canggih jenis fixed wing.

Proses Identifikasi Korban dan Investigasi Penyebab Kebakaran

Saat ini, proses identifikasi korban masih berlangsung di RS Polri Kramat Jati. Data sementara menunjukkan korban meninggal terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Pihak kepolisian masih menyisir lokasi dan memeriksa sejumlah karyawan, termasuk pihak HRD, untuk mengumpulkan keterangan.

Investigasi mendalam juga difokuskan pada standar keamanan penyimpanan baterai drone dan prosedur operasional di perusahaan. Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya penanganan dan penyimpanan perangkat teknologi yang tepat, terutama yang mengandung komponen mudah terbakar seperti baterai lithium.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar