"Main bola sama anak-anak pun dia melanggar aturan," tulis seorang warganet.
Komentar lain lebih panjang dan analitis: "Kalau sudah karakter susah diubah. Kelihatan orangnya ga bs terima kekalahan. Bukannya bapaknya jg demikian? Ga pernah mau dianggap kalah, makanya sampai apapun dilakukan biar selalu menang."
Isu sportivitas dan pendidikan bagi generasi muda juga mencuat. Seorang netizen berkomentar, "Karakter yg melekat dr seseorang muncul kapan pun. Apalagi ini di lingkungan generasi muda yg harusnya jadi panutan. Olahraga ini perlu sportivitas tinggi lebih penting drpd sekedar cetak skor abal2."
Kritik tajam lainnya menyatakan, "Nah ini contoh pemimpin yg nyitrain dirinya merakyat tapi curang dan sistem nya dibikin ga fair..kl salah ya dihukum dong, contoh kecil yg menjijikan."
Insiden ini menjadi pembahasan hangat, menunjukkan bagaimana tindakan sekecil apa pun dari figur publik, terutama dalam interaksi dengan masyarakat, selalu mendapat sorotan dan ditafsirkan dalam konteks yang lebih luas.
Artikel Terkait
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Protes Diskriminasi Polda Metro Jaya: 5 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Belum Diperiksa
Bangkai Pesawat ATR 42 Ditemukan Hancur di Gunung Bulusaraung: Update Evakuasi Korban
SP3 Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Intervensi Politik atau Restorative Justice?