Inovasi Keamanan Warga: Ketua RT Tabung Gaji 7 Tahun untuk Wujudkan Ronda Malam Pakai Drone
Sebuah inovasi unik dalam sistem keamanan lingkungan terjadi di Kampung Gaum, Karanganyar. Muhammad Fajar (33), seorang Ketua RT, berhasil mewujudkan sistem "Ronda Terbang Malam" menggunakan drone setelah menabung gaji jabatannya selama tujuh tahun.
Latar Belakang dan Keresahan Warga
Gagasan menggunakan drone untuk ronda berawal dari keresahan akan efektivitas sistem ronda konvensional. Sebagian besar warga di RT 22/RW 12 adalah bapak-bapak milenial yang sering bepergian atau mudik saat liburan, sehingga personel ronda kerap tidak tersedia.
"Ada keresahan untuk membuat sistem ronda yang efektif," ujar Fajar, seperti dikutip dari Kompas.com. Keresahan ini tidak ia biarkan menjadi keluhan biasa, melainkan ia transformasi menjadi sebuah solusi nyata.
Pengorbanan dan Perjuangan 7 Tahun Menabung
Kunci dari terwujudnya ide ini adalah konsistensi dan pengorbanan Fajar. Selama tujuh tahun menjabat sebagai Ketua RT, ia menyisihkan dan menabung gaji tahunannya yang sekitar Rp 2 juta.
"Sempat kepikiran ingin punya drone untuk kebutuhan kampung. Dari situ saya tabung," ungkapnya. Tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit ini akhirnya digunakan untuk membeli drone dengan spesifikasi yang mendukung pengawasan keamanan.
Penerapan Ronda Terbang Malam dan Teknologinya
Sejak 20 Desember 2025, Ronda Terbang Malam resmi diterapkan. Drone yang digunakan memiliki jangkauan terbang hingga 800 meter dan dilengkapi kamera perekam yang mampu memantau hampir seluruh wilayah RT.
Yang membuat sistem ini partisipatif adalah hasil pantauan drone dapat disaksikan oleh warga secara langsung melalui live streaming di smart TV. Fajar menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini bukan untuk menggantikan peran manusia sepenuhnya. "Ronda manual tetap jalan," tegasnya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengawasan teknologi dan ikatan sosial warga.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Keamanan
Dampak dari inovasi ini langsung terasa. Fajar menceritakan bahwa remaja yang biasa nongkrong hingga larut malam mulai membubarkan diri ketika drone patroli melintas setelah pukul 22.00 WIB.
Efisiensi waktu juga menjadi keunggulan utama. "Untuk satu RW itu kan ada 200 rumah, kalau menggunakan drone berkeliling cukup dengan waktu 10 menit," jelas Fajar. Hal ini membuat pengawasan menjadi lebih cepat dan menyeluruh.
Simbol Kepedulian dan Keteladanan Kepemimpinan
Kisah Muhammad Fajar ini lebih dari sekadar cerita tentang penggunaan teknologi. Ini adalah cerita tentang keteladanan, kepedulian, dan tanggung jawab seorang pemimpin masyarakat tingkat dasar.
Drone tersebut telah menjadi simbol nyata bahwa ada seseorang yang dengan tulus memikirkan dan berkorban untuk keamanan dan kenyamanan warganya. Inisiatifnya yang lahir dari kesadaran sendiri, tanpa paksaan atau pencarian pujian, memberikan pelajaran berharga tentang makna pengabdian yang sesungguhnya.
Kisah inspiratif Ketua RT yang mewujudkan ronda drone ini membuktikan bahwa inovasi untuk kebaikan bersama bisa dimulai dari level komunitas terkecil, dengan niat tulus dan konsistensi.
Artikel Terkait
Berkas Perkara Roy Suryo Cs Masih Menggantung di Polda Metro Jaya
Ketua Jokman Nilai Sikap Rismon Sianipar Mereda Pasca Dilaporkan ke Polda
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan
Lansia Pingsan Usai Tas Dijambret, Pelaku Berjaket Ojol Ditangkap