Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?

- Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00 WIB
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?

Noe Letto kemudian mengutip pemikiran Proklamator RI Soekarno. Ia menjelaskan bahwa inti sari Pancasila, jika diperas, adalah gotong royong.

"Kenapa Pancasila itu, kalau diperas menjadi satu kata itu apa namanya? Ini kalimat Bung Karno, jika ku peras menjadi satu kata itu yang disebut sebagai gotong royong. Kekuatan Indonesia itu gotong royong," tegasnya.

Namun, ia menyayangkan bahwa pemahaman gotong royong seringkali direduksi hanya menjadi aktivitas kerja bakti fisik di tingkat komunitas. Noe Letto juga mempertanyakan implementasi nilai tersebut di era digital, dengan menyoroti ribuan aplikasi pemerintah yang dinilainya tidak mengadaptasi semangat gotong royong.

"Tapi kita selalu diberi pelajaran gotong royong itu hanyalah pindah rumah bareng-bareng, kerja bakti di kampung. Dari 13 ribu aplikasi yang dibuat pemerintah Indonesia, apakah ada satu yang mengadaptasi ke dunia digital? Sepemahaman ku tidak ada. Artinya ini orang pada ga paham sama Pancasila," urainya.

Lebih lanjut, Noe Letto menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara perlu terus diperbarui pemahaman dan implementasinya secara kolektif. Ia menilai hal ini belum menjadi perhatian bersama.

"Kan itu Pancasila sebagai dasar negara, dan itu tidak diperhatikan, tidak diupdate bersama," pungkasnya.

Halaman:

Komentar