Penyebab Protes: Merasa Tidak Dihargai sebagai Tuan Rumah
GKR Rumbai menjelaskan alasan protesnya. Kami sebagai tuan rumah tidak diberi tahu, tidak memberikan izin untuk acara tersebut. Jadi kami benar-benar tidak tahu,
ujarnya. Karena merasa tidak dihargai, pihaknya telah melayangkan surat keberatan kepada Kementerian Kebudayaan dengan tembusan kepada Presiden Prabowo Subianto.
LDA Keraton Solo Menyayangkan Insiden
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, menyatakan penyesalan atas insiden yang menodai acara kenegaraan tersebut. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mudah-mudahan ini tidak mengurangi semangat kita untuk mencintai kebudayaan,
katanya.
Latar Belakang: Dualisme Kepemimpinan Keraton Solo
Insiden ini tidak lepas dari situasi memanas di Keraton Solo pasca-mangkatnya Raja Paku Buwono XIII. Terjadi dualisme klaim penerus tahta. Di satu sisi, putra almarhum, KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purbaya), mendeklarasikan diri sebagai PB XIV. Sementara, melalui Rembug Keluarga pada November 2025, KGPH Hangabehi juga ditetapkan sebagai PB XIV.
Maha Menteri Keraton Solo, KGPA Tedjowulan, sebelumnya menyatakan telah terjadi kekosongan kekuasaan sejak mangkatnya PB XIII. SK dari Kementerian Kebudayaan ini diharapkan dapat menjadi landasan penyelesaian, meski justru memantik protes langsung di lokasi.
Artikel Terkait
Bocil Block Blast Viral: Ancaman Malware & Hukum yang Wajib Diwaspadai
Dokter Tifa Klaim 99,9% Ijazah Jokowi Palsu, Tuntut Transparansi 709 Dokumen
Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila?
Dokter Tifa Protes Diskriminasi Polda Metro Jaya: 5 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Belum Diperiksa