Gubernur mengkritik keras kesalahan tata ruang yang berlangsung bertahun-tahun. Kawasan dengan lereng curam seperti di kaki Gunung Burangrang dinilai tidak layak untuk dijadikan kebun sayur, melainkan seharusnya diperuntukkan sebagai kawasan hijau seperti hutan bambu.
"Kita sudah salah dari awal tata ruangnya, harus dibenahi berulang-ulang saya katakan. Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu," ujarnya. Ia menambahkan, pembangunan tanpa mitigasi bencana telah memperbesar risiko di wilayah rawan longsor.
Proses Pencarian Korban Masih Berlangsung
Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan operasi pencarian korban. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah di lokasi longsor Cisarua masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Total korban tewas yang telah dievakuasi sebanyak 8 orang, sementara sejumlah warga lainnya masih diduga tertimbun material longsoran. Pencarian terus diprioritaskan dengan memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.
Artikel Terkait
Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Irjen Johnny Eddizon Isir Jadi Kadiv Humas Polri Baru, Gantikan Sandi Nugroho
Whip Pink (Nitrous Oxide): Bahaya, Efek Samping, dan Risiko Kematian
Tanah Longsor Bandung Barat 2026: 8 Tewas, 82 Orang Hilang, Update Korban & Penyebab