Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:50 WIB
Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Waspada Henti Jantung Mendadak, Si Silent Killer yang Bisa Serang Usia Muda

Henti jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) dikenal sebagai 'silent killer' yang dapat merenggut nyawa secara tiba-tiba. Kondisi ini tidak pandang bulu dan bisa menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda, seperti yang terjadi pada artis Lula Lahfah di usia 26 tahun.

Berdasarkan penjelasan tim medis, penyebab kematian adalah henti jantung, menepis rumor overdosis. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua orang, terutama generasi muda, untuk memahami dan mewaspadai kondisi mematikan ini.

Apa Itu Henti Jantung Mendadak? Beda dengan Serangan Jantung

Banyak yang mengira henti jantung sama dengan serangan jantung. Padahal, keduanya berbeda:

  • Serangan Jantung (Heart Attack): Masalah "peredaran darah" akibat penyumbatan di pembuluh darah koroner yang menghambat aliran darah ke otot jantung.
  • Henti Jantung Mendadak (Sudden Cardiac Arrest): Masalah "kelistrikan" jantung dimana jantung tiba-tiba berhenti berdetak efektif karena gangguan irama (aritmia) fatal, seperti fibrilasi ventrikel. Darah berhenti mengalir ke seluruh tubuh, termasuk otak, dan korban akan pingsan dalam hitungan detik.

Analogi sederhana: Serangan jantung seperti pipa air yang mampet, sedangkan henti jantung seperti korsleting listrik yang membuat seluruh sistem padam seketika.

4 Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Mengutip literatur medis, berikut adalah penyebab utama yang dapat memicu SCA:

1. Penyakit Arteri Koroner

Penumpukan plak kolesterol di arteri koroner dapat merusak otot jantung dan mengganggu sistem listriknya, memicu aritmia yang berbahaya.

2. Kardiomiopati

Kondisi dimana otot jantung menebal, melebar, atau menjadi kaku. Hal ini membuat jantung kesulitan memompa darah dan sangat rentan terhadap gangguan irama.

3. Sindrom Genetik atau Bawaan

Beberapa orang terlahir dengan kelainan pada sistem listrik jantung, seperti Long QT Syndrome atau Brugada Syndrome. Kondisi ini sering tidak terdiagnosis hingga terjadi kejadian fatal.

Halaman:

Komentar