Dampak paling fatal adalah pada sistem kardiovaskular. Pengguna berisiko tinggi mengalami gangguan irama jantung (aritmia). Dalam dosis berlebihan, jantung dapat berhenti berdetak secara mendadak.
2. Perusak Saluran Pernapasan
Menghirup zat kimia ini memicu iritasi hebat pada saluran napas. "Bisa menimbulkan iritasi, pembengkakan, batuk, hingga sesak napas akut. Apalagi kalau penggunanya punya riwayat asma, efeknya akan jauh lebih parah," tegas Prof. Erlina.
3. Efek Euforia Semu dan Kecanduan
Pengguna akan merasakan euforia, rasa nyaman, dan kepercayaan diri yang meningkat instan. Efek "bahagia" semu inilah yang menjebak, terutama remaja, ke dalam lingkaran adiksi.
4. Kerusakan Organ Lain dan Otak
Selain jantung dan paru, zat ini merusak saluran pencernaan (mual, muntah, diare kronis). Dalam jangka panjang, terjadi gangguan permanen pada mekanisme berpikir di otak. "Kalau terus-menerus, selain adiksi, ke otak juga bisa berdampak pada gangguan cara berpikir," tutup Prof. Erlina.
Kesimpulan
Whip Pink adalah contoh nyata penyalahgunaan produk yang berbahaya. Kandungan Piperazine dan Catinone di dalamnya memiliki efek destruktif utama pada jantung dan paru-paru, serta berpotensi menyebabkan kematian mendadak dan kerusakan otak permanen. Edukasi dan kewaspadaan, terutama bagi orang tua dan remaja, sangat penting untuk mencegah korban berjatuhan.
Artikel Terkait
Podgeter Adalah Narkoba? Ini Bahaya, Perbedaan dengan Vape, dan Peringatan DJ Dinar Candy
Arief Muhammad Kecam Penyebaran Surat Kematian Lula Lahfah yang Viral di Medsos
Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Penjambret Tas Istri: Analisis Hukum & Komentar Pengamat
Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya