PSI Sebut Gibran Kandidat Kuat Pilpres 2029, Ini Modal Politik Langkanya

- Minggu, 25 Januari 2026 | 14:00 WIB
PSI Sebut Gibran Kandidat Kuat Pilpres 2029, Ini Modal Politik Langkanya
PSI Sebut Gibran Kandidat Kuat Pilpres 2029, Ini Modal Politik Langkanya

PSI Sebut Gibran Kandidat Kuat Pilpres 2029, Modal Politiknya Dinilai Langka

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai membuka peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, disebut sebagai salah satu figur dengan potensi kuat dalam kontestasi lima tahun mendatang.

Analisis PSI: Modal Politik Langka Gibran Rakabuming

Penilaian ini disampaikan langsung oleh Ketua Harian PSI, Ahmad Ali. Menurutnya, Gibran memiliki modal politik besar yang jarang ditemui di kalangan tokoh muda Indonesia.

Faktor pembeda utamanya adalah pengalaman strategis sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia selama satu periode penuh. Pada saat Pilpres 2029 digelar, Gibran diperkirakan baru berusia sekitar 42 tahun.

"Gibran memiliki modal politik besar yang jarang dimiliki tokoh seusianya, yakni pengalaman strategis sebagai Wakil Presiden RI selama satu periode," ujar Ahmad Ali, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Keunggulan Dibanding Tokoh Muda Lainnya

PSI menilai pengalaman nasional Gibran memberikan keunggulan kompetitif. Nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhaimin Iskandar memang kerap disebut, namun dinilai belum memiliki pengalaman setara di level eksekutif pemerintahan pusat.

Selain pengalaman, posisi politik Gibran yang relatif tidak terikat kuat dengan struktur partai tertentu juga dinilai sebagai nilai tambah. Hal ini dianggap cocok dengan dinamika politik nasional yang terus berkembang.

Proyeksi Pemilih 2029 dan Peluang Gibran

PSI memproyeksikan pemilih pada 2029 akan didominasi oleh generasi muda dan pemilih rasional yang lebih menitikberatkan pada rekam jejak serta kapasitas nyata. Dalam konteks ini, Gibran dinilai memiliki kombinasi sempurna: pengalaman pemerintahan, usia muda, dan simbol regenerasi kepemimpinan.

Ahmad Ali menegaskan bahwa pernyataannya ini bukan deklarasi dukungan resmi, melainkan gambaran awal peta politik. Namun, ia mengakui nama Gibran akan menjadi figur yang sulit diabaikan dalam percakapan politik menuju 2029.

Peta Politik yang Masih Dinamis

Meski menyoroti potensi Gibran, PSI juga menyadari bahwa peta politik nasional masih sangat dinamis. Banyak faktor yang akan mempengaruhinya, seperti kinerja pemerintahan, koalisi partai, dan respons publik.

Pernyataan PSI ini semakin memanaskan spekulasi politik menuju Pilpres 2029. Nama Gibran Rakabuming Raka pun semakin menguat sebagai simbol potensi generasi baru dalam kepemimpinan nasional Indonesia.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar