Kapal Induk Luar Angkasa China: Ambisi Militer atau Perang Psikologis?
Ambisi China untuk menggeser dominasi Amerika Serikat di kancah global terus digenjot, salah satunya melalui inovasi teknologi alutsista mutakhir. Langkah strategis ini semakin nyata dengan dirilisnya desain kapal induk terbang yang dijuluki "Luanniao", sebuah senjata super yang diklaim beroperasi di luar angkasa.
Prestasi Jet Tempur J-10C dan Lanskap Ancaman Baru
Kemampuan militer China sebelumnya telah membuat analis terkaget-kaget ketika jet tempur J-10C buatannya, yang dioperasikan AU Pakistan, berhasil menjatuhkan lima pesawat tempur AU India dalam satu insiden. Kini, fokus bergeser ke proyek futuristik Luanniao, yang namanya diambil dari makhluk mitologi burung suci Asia Timur.
Fiksi Ilmiah atau Realitas Teknologi?
Meski banyak pakar Barat, seperti diplomat Jerman Heinrich Kreft, menilai proyek ini tidak realistis untuk saat ini, mereka mengakui bahwa batas antara fiksi ilmiah dan kenyataan semakin kabur. China dianggap serius dalam perlombaan visi masa depan, menyusul figur seperti Elon Musk dan Jeff Bezos.
Majalah The National Interest menyoroti bahwa pengumuman ini berfungsi untuk membuat Barat gelisah dan memicu perlombaan senjata yang menguras sumber daya. Kreft melihatnya sebagai bagian dari perang psikologis China melawan AS, terutama dalam konteks ketegangan di Taiwan.
Artikel Terkait
Latihan Militer Kuba: Persiapan Hadapi Ancaman AS & Belajar dari Krisis Venezuela
Dampak Perang AS vs Iran: Mengapa Timur Tengah Khawatir dan Analisis Risikonya
Memar di Tangan Donald Trump di Davos: Penyebab, Penjelasan Medis, dan Dampak Aspirin
10 Negara Teraman Saat Perang Dunia 3: Daftar Lengkap & Tips Bertahan Hidup