Analisis: Motif Terselubung Jokowi Bekerja Keras untuk PSI
Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkomitmen kerja mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dianalisis memiliki motif politik mendalam. Menurut pengamat, langkah ini bertujuan memuluskan peta jalan politik kedua anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Dua Agenda Terselubung Jokowi di Balik PSI
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menganalisis bahwa Jokowi setidaknya memiliki dua agenda terselubung dengan menjadikan PSI sebagai kendaraan politiknya.
Agenda pertama adalah memudahkan jalan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi Presiden pada Pilpres 2034. Agenda kedua adalah memapankan karier politik Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di panggung nasional.
Teori Dramaturgi: Panggung Depan dan Panggung Belakang
Jamiluddin menjelaskan bahwa motivasi Jokowi ini dapat dilihat melalui teori dramaturgi. Di panggung depan, kerja keras Jokowi terlihat untuk mendongkrak PSI menjadi partai besar dan diperhitungkan, yang disambut antusias oleh kader.
Namun, di panggung belakang, target sesungguhnya adalah membangun kekuatan politik yang stabil untuk kepentingan keluarga. "Target sesungguhnya untuk memapankan Kaesang di PSI dan memastikan Gibran tetap menjadi wapres pada 2029 serta mengantarkan Gibran menjadi presiden pada 2034," kata Jamiluddin.
PSI Sebagai Kendaraan Penguat Dinasti Politik
Berdasarkan analisis ini, motivasi Jokowi membesarkan PSI dinilai tidak lepas dari upaya memperkuat posisi kedua anaknya dalam peta politik Indonesia. Jika rencana ini terwujud, dinasti politik keluarga Jokowi diprediksi akan semakin kuat dan berpengaruh.
"Janji kerja mati-matian Jokowi untuk membesarkan PSI bisa jadi hanya untuk memperkuat posisi kedua anaknya. Bila hal ini terwujud, maka dinasti politik Jokowi akan semakin kuat dan bersinar," pungkas Jamiluddin.
Artikel Terkait
Analis: Wacana Gibran di Pilpres 2029 Berpotensi Rugikan Prabowo
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Lima Konglomerat Bahas Strategi Ekonomi
Amien Rais Sebut Jokowi Resah, Peluang Gibran di PSI Dinilai Terbatas
Amien Rais Klaim Kesehatan Jokowi Menurun Pasca-Lengser