Terungkap: Jeffrey Epstein Mati-matian Berusaha Dekati Vladimir Putin
Rilis dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap detail mengejutkan tentang upaya gigih terpidana kejahatan seksual itu untuk mendekati Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Arsip yang dipublikasikan Departemen Kehakiman AS menunjukkan Epstein berulang kali mencoba mengatur pertemuan dengan Putin selama bertahun-tahun, bahkan setelah vonis pertamanya. Hingga kini, tidak ada bukti pertemuan itu benar-benar terjadi.
Nama Putin Muncul Ribuan Kali dalam Dokumen Epstein
Nama Vladimir Putin tercatat muncul 1.055 kali dalam dokumen Epstein yang baru dibuka. Banyak penyebutan berasal dari buletin media, namun email-email juga membuktikan Epstein aktif memanfaatkan jaringan kenalannya untuk mendapatkan akses ke Putin.
Upaya ini diduga berlangsung dari 2013 hingga 2018. Putin, yang telah menjadi pemimpin de facto Rusia sejak 2000, tidak pernah tercatat bertemu dengan Epstein.
Upaya Epstein Mendapatkan Visa Rusia
Dokumen juga mencatat riwayat Epstein mengupayakan visa Rusia sejak 2010. Dalam satu pesan, ia menyebut memiliki "kenalan yang dekat dengan Putin" untuk memudahkan proses. Pada 2011, ia menyatakan preferensi bertemu Putin di Amerika karena peluang di Rusia dinilai kecil.
Peran Mantan Perdana Menteri Norwegia
Epstein berkali-kali membahas keinginannya bertemu Putin dengan Thorbjorn Jagland, mantan PM Norwegia. Dalam email Mei 2013, Jagland menawarkan bantuan untuk mengatur pertemuan, dengan menyebut Epstein bisa membantu diversifikasi ekonomi Rusia.
Tawaran "Informasi tentang Trump" untuk Rusia
Pada 2018, upaya Epstein semakin intens. Ia meminta Jagland menyampaikan pesan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bisa mendapatkan "informasi" dengan berbicara padanya. Epstein mengklaim duta besar Rusia sebelumnya memahami Donald Trump setelah berbicara dengannya.
Email dengan "The Duke" dan Perempuan Rusia
Dokumen juga memuat email 2010 antara Epstein dan alamat bernama "The Duke", yang diduga adalah Pangeran Andrew. Epstein mengatur makan malam antara "The Duke" dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun yang digambarkannya sebagai "pintar, cantik, dan dapat dipercaya".
Artikel Terkait
Bentrokan Bersenjata AS-Iran di Selat Hormuz, Enam Kapal Militer Iran Hancur
Iran Ancam Luncurkan Torpedo Supercepat Hoot di Tengah Kebuntuan Negosiasi dengan AS
Iran Peringatkan Blokade AS di Selat Hormuz Tak Akan Berhasil, Konfrontasi Bersenjata Jadi Opsi
AS Tingkatkan Tekanan ke Iran di Selat Hormuz, Teheran Manfaatkan Gencatan Senjata untuk Perkuat Kesiapan Tempur