Strategi Politik Jokowi Menurut Analis: Rahasia Tak Terkalahkan ala Sun Tzu

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:50 WIB
Strategi Politik Jokowi Menurut Analis: Rahasia Tak Terkalahkan ala Sun Tzu
Rahasia Strategi Politik Jokowi yang Tak Pernah Kalah Menurut Analis

Rahasia Strategi Politik Jokowi yang Tak Pernah Kalah Menurut Analis

Penulis: Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

HASAN NASBI mengungkap rahasia di balik kesuksesan politik seorang Joko Widodo atau Jokowi dalam Podcast Total Politik. Menurut analis politik ini, kunci utama terletak pada pendekatan strategis yang matang.

Hasan Nasbi menyebut Jokowi sebagai penganut prinsip Sun Tzu sejati. Inti strateginya adalah: Jokowi memastikan kemenangan terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke dalam pertarungan. Keyakinan akan kemenangan menjadi prasyarat mutlak baginya untuk ikut bertanding. Ini berbeda dengan banyak politisi lain yang kerap bertarung dulu, sementara soal menang atau kalah menjadi urusan belakangan.

Prinsip inilah yang diyakini membuat Jokowi tak pernah terkalahkan dalam setiap kontestasi politik, mulai dari Pilkada, Pilgub, hingga Pilpres. Bahkan, strategi ini terlihat saat ia mendorong anaknya, Gibran Rakabuming Raka, untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Terlepas dari berbagai isu yang beredar, fakta menunjukkan pasangan tersebut meraih kemenangan yang telak. Hal ini, menurut analisis, bukanlah suatu kebetulan. Jokowi dianggap tidak akan gegabah mendorong kandidat tanpa perhitungan yang sangat matang, sebagaimana disampaikan Hasan Nasbi.

Meski demikian, medan politik kontestasi tidak selalu bisa diprediksi sepenuhnya dengan strategi perang Sun Tzu. Terdapat contoh di mana kandidat dengan elektabilitas awal rendah justru mampu memenangkan pertarungan, seperti yang terjadi pada beberapa pemilihan kepala daerah.

Artinya, selain strategi kemenangan mutlak, faktor lain seperti dinamika medan pertarungan, momentum, dan kondisi elektoral juga memegang peranan sangat penting. Terutama menyambut kontestasi serentak 2029 di mana persaingan diperkirakan akan semakin kompleks.

Politik kontestasi memiliki nuansanya sendiri. Kemenangan tidak selalu berarti menduduki kursi jabatan. Terkadang, meningkatkan suara partai atau membangun basis dukungan yang lebih kuat sudah dianggap sebagai sebuah pencapaian strategis. Oleh karena itu, meski strategi ala Sun Tzu milik Jokowi terbukti efektif, penerapannya di masa depan mungkin perlu disesuaikan dengan lanskap politik yang terus berubah.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar