Dharma Pongrekun Viral, Warganet Ramai-Rami Minta Maaf Pasca Rilis Epstein Files
Rilis Epstein Files ke publik oleh pemerintah Amerika Serikat pada Jumat, 30 Januari 2026, memicu gelombang diskusi global. Arsip setebal jutaan halaman itu tidak hanya mengungkap kejahatan Jeffrey Epstein, tetapi juga menyeret sejumlah nama besar dunia, termasuk figur yang kembali ramai diperbincangkan di Indonesia: Dharma Pongrekun.
Mantan kandidat calon Gubernur DKI Jakarta itu mendadak viral, bukan karena pernyataan baru, melainkan karena ucapan lamanya yang kini kembali diungkit publik.
Email Epstein ke Bill Gates Picu Spekulasi Pandemi
Sorotan publik bermula dari salah satu dokumen Epstein Files yang memuat email Jeffrey Epstein kepada Bill Gates pada tahun 2017. Dalam email tersebut, Epstein membahas ide terkait pandemi dan sistem digital untuk mengelola data kesehatan masyarakat.
Isi email itu kembali ramai setelah diunggah di media sosial. Unggahan tersebut memantik spekulasi bahwa simulasi pandemi yang dibahas pada 2017 diduga berkaitan dengan Covid-19 yang melanda dunia pada 2020.
Ucapan Lama Dharma Pongrekun Kembali Disorot
Terkuaknya email tersebut membuat publik Indonesia kembali mengingat pernyataan kontroversial Dharma Pongrekun dalam debat Pilgub DKI Jakarta 2024. Saat itu, ucapannya menuai kritik dan banyak ditertawakan.
“Saya paham betul tentang pandemi ini agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara,” ucap Dharma kala itu. Situasi berubah drastis setelah Epstein Files dirilis.
Netizen Ramai-Ramai Minta Maaf ke Dharma Pongrekun
Alih-alih mencibir, warganet justru ramai menyampaikan permintaan maaf kepada Dharma Pongrekun di media sosial X. Sejumlah unggahan menunjukkan perubahan sikap publik yang signifikan.
Fenomena ini membuat nama Dharma Pongrekun kembali trending dan disebut-sebut sebagai figur yang “terlalu cepat dihakimi” oleh publik.
Epstein Files Juga Seret Nama Hary Tanoesoedibjo
Selain Dharma Pongrekun, Epstein Files turut menyeret nama konglomerat media Indonesia, Hary Tanoesoedibjo. Potongan dokumen yang viral memuat frasa kontroversial “Indonesian CIA” yang ditulis berdekatan dengan namanya.
Karena sebagian kalimat disensor, makna frasa tersebut menjadi ambigu dan memicu spekulasi liar di kalangan warganet.
Hubungan Bisnis dengan Donald Trump Ikut Disorot
Dokumen yang sama juga menyinggung hubungan bisnis antara Hary Tanoesoedibjo dan Donald Trump, khususnya transaksi properti di Beverly Hills yang disebut dilakukan dengan harga di atas pasar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai isi dokumen Epstein Files yang beredar. Publik pun menunggu penjelasan agar spekulasi tidak berkembang semakin luas.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan dan Menteri KKP Berselisih Soal Data Realisasi Anggaran Kapal
Polres Tangerang Kota Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith, Pertimbangkan Aspek Kemanusiaan
Pajak Kendaraan di Jateng Naik Drastis, Warga Keluhkan Tagihan Melonjak
Dua Ahli Roy Suryo Selesaikan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya