PARADAPOS.COM - Nama Tiara Kartika mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, terutama TikTok, dalam beberapa hari terakhir. Gelombang rasa ingin tahu publik dipicu oleh klaim beredarnya sebuah video pribadi yang disebut-sebut sebagai "VCS blunder" berdurasi 8 menit 21 detik, dengan tautan asli yang dikabarkan tersimpan di layanan penyimpanan awan Terabox. Hingga kini, kebenaran identitas pelaku dalam video serta keberadaan tautan tersebut masih diselimuti kabut informasi yang belum jelas.
Mengurai Kronologi Trendingnya Nama Tiara Kartika
Gelombang popularitas nama ini di media sosial tidak muncul secara tiba-tiba. Awalnya, beberapa konten biasa dari akun yang diduga milik Tiara Kartika—seperti video joget, swafoto, atau konten menggunakan filter—mendapatkan lonjakan views yang signifikan dalam waktu berdekatan. Dalam ekosistem digital, pola seperti ini sering kali ditangkap oleh algoritma platform sebagai tren yang sedang naik, sehingga kemudian mendorong konten serupa ke beranda lebih banyak pengguna.
Dari situ, rasa penasaran publik mulai terbangun. Pencarian namanya pun meroket, dan kemudian diperkuat dengan munculnya embel-embel kata kunci seperti "blunder" dan "VCS". Kombinasi ini, yang kerap diasosiasikan dengan konten privat yang bocor, secara alami memicu eksplorasi dan perbincangan yang lebih luas di kalangan warganet.
Klaim Isi Video yang Beredar
Berdasarkan deskripsi yang beredar di berbagai forum online, video yang menjadi sorotan tersebut konon memperlihatkan seorang perempuan yang diduga adalah Tiara Kartika sedang melakukan panggilan video (video call) dengan pacarnya. Adegannya digambarkan sebagai obrolan santai yang terekam melalui fitur rekam layar.
Pada satu momen tertentu, terjadi sebuah tindakan spontan yang oleh sebagian netizen dianggap sebagai "kekeliruan" atau blunder. Namun, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini tidak ada konfirmasi resmi maupun bukti valid yang dapat memastikan bahwa perempuan dalam video tersebut benar-benar Tiara Kartika. Bisa jadi itu adalah orang lain yang memiliki kemiripan, atau bahkan informasi yang sengaja dikaburkan. Ketidakpastian inilah yang justru menjadi bahan bakar utama penyebaran rumor.
Mencari Tautan di Terabox: Antara Harapan dan Jerat Penipuan
Di tengah hiruk-pikuk pencarian, beredar klaim bahwa versi lengkap video berdurasi 8 menit 21 detik tersebut tersimpan di Terabox. Mekanisme yang disebut sederhana: warganet harus login ke aplikasi untuk kemudian dapat menyimpan file ke akun pribadi. Namun, tantangan sebenarnya justru terletak pada menemukan tautan yang valid di tengah banjir informasi yang menyesatkan.
Pengamatan di kolom komentar TikTok, X (Twitter), hingga berbagai grup Telegram menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Banyak tautan yang dibagikan ternyata palsu. Sebagian hanya mengarah pada halaman iklan yang mengganggu, sementara yang lain menjebak pengguna dengan survei berhadiah atau promosi yang mencurigakan. Bahkan, tidak sedikit modus penipuan yang menawarkan akses dengan meminta sejumlah uang, namun setelah dibayar, janji akses ke file tersebut tak kunjung terpenuhi.
Menyikapi hal ini, kehati-hatian ekstra mutlak diperlukan. Publik diimbau untuk tidak gegabah mengklik sembarang tautan yang dibagikan oleh akun-akun tidak dikenal, apalagi yang meminta data pribadi atau sejumlah uang. Dalam situasi seperti ini, skeptisisme adalah langkah pertahanan pertama yang paling bijak.
Artikel Terkait
DPR Godok Revisi UU Penyiaran, Industri Kreatif Khawatir Regulasi Internet Hambat Pertumbuhan
Menteri Keuangan Ancam Blacklist Penerima Beasiswa LPDP yang Hina Negara
Arab Saudi Kirim 100 Ton Kurma untuk Ramadan, Kemenag Salurkan ke Pesantren hingga IKN
Penyelidikan Ilmiah Ungkap Anggota Polri Tewas Dianiaya Senior, Bukan Kecelakaan