Prabowo Klaim Indonesia Capai Swasembada Beras, Jagung, Telur, dan Ayam dalam 19 Bulan

- Minggu, 24 Mei 2026 | 04:50 WIB
Prabowo Klaim Indonesia Capai Swasembada Beras, Jagung, Telur, dan Ayam dalam 19 Bulan

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam 19 bulan kepemimpinannya, khususnya untuk komoditas beras, jagung, telur, dan ayam. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya saat acara Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa swasembada daging masih menjadi target yang perlu diupayakan dalam beberapa tahun ke depan.

Suasana di lokasi acara tampak semarak. Para petambak dan petani berkumpul di bawah tenda besar, menyimak setiap arahan yang disampaikan. Di tengah terik matahari siang, Prabowo berdiri di atas panggung sederhana, didampingi sejumlah pejabat daerah dan menteri terkait.

Pencapaian di Sektor Pangan

Dalam pidatonya, Prabowo merinci capaian yang telah diraih pemerintahannya. Ia menyebut produksi beras dan jagung kini berada dalam kondisi aman. Tak hanya itu, produksi protein hewani seperti telur dan ayam juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Jadi 19 bulan. 19 bulan, alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dari para hadirin. Beberapa petani yang duduk di barisan depan mengangguk-angguk, seolah membenarkan bahwa pasokan pangan di daerah mereka memang mulai terasa lebih stabil.

Tantangan Swasembada Daging

Meskipun beberapa sektor sudah tercukupi, Prabowo tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah yang masih menanti. Ia secara blak-blakan mengakui bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan daging nasional.

"Ini sedang kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana," lanjutnya.

Kalimat itu menggambarkan urgensi yang dirasakan pemerintah. Di tengah ketidakpastian global akibat konflik di berbagai belahan dunia, ketahanan pangan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Pertahanan Nasional dan Kedaulatan Sumber Daya

Tak hanya soal pangan, Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat pertahanan nasional. Menurutnya, situasi geopolitik yang memanas menuntut Indonesia untuk lebih waspada dan mandiri.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan kekayaan alam Indonesia tidak lagi dikuasai oleh pihak asing. Semua sumber daya, kata dia, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Bukan segelintir," pungkasnya.

Pernyataan penutup itu disampaikan dengan nada tegas. Di akhir pidato, Prabowo melambaikan tangan kepada para petambak yang berdiri di sekeliling panggung, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi acara dengan iringan kendaraan dinas.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar