PARADAPOS.COM - Dokter Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, mengumumkan rencana untuk melakukan penelusuran langsung ke Jepang dan beberapa universitas di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengklarifikasi kebenaran informasi seputar polemik gelar akademik Rismon Hasiholan Sianipar yang ramai diperbincangkan. Dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2026), Tifa menyatakan akan mendatangi Yamaguchi University di Jepang serta Universitas Mataram dan Universitas Brawijaya di tanah air untuk mencari bukti-bukti primer.
Rencana Penelusuran ke Dua Negara
Dorongan utama dari rencana ini, menurut pengakuannya, adalah rasa penasaran dan keinginan untuk mendapatkan kepastian dari sumber pertama. Tifa menegaskan bahwa dia tidak serta-merta mempercayai berbagai tudingan yang beredar di publik. Sebaliknya, dia justru berniat membuktikan keaslian gelar yang disandang Rismon, yang disebutkannya sebagai adik tingkatnya semasa di Universitas Gadjah Mada.
“Saya klarifikasi saking saya penasaran, saya akan rencanakan untuk ke Jepang juga, ke Yamaguchi University termasuk juga ke Universitas Mataram,” ungkapnya dalam kesempatan tersebut.
Target Bukti yang Ingin Ditemukan
Dalam kunjungannya ke Yamaguchi University, Tifa berharap dapat menemukan dokumen-dokumen akademik penting milik Rismon. Harapannya, penelusuran di kampus tersebut dapat memberikan jawaban yang jelas dan otentik untuk meredakan keraguan yang timbul.
“Saya berharap di sana saya ketemu ijazah Rismon, saya berharap saya ketemu riwayat pendidikan Rismon, saya berharap saya ketemu tesis S2 dan disertasinya Rismon di sana, saya berharap itu,” tuturnya dengan penuh penekanan.
Verifikasi Status Dosen di Universitas Mataram dan Brawijaya
Selain ke Jepang, agenda pengecekan juga akan dilakukan di dalam negeri. Universitas Mataram menjadi tujuan berikutnya untuk memverifikasi status Rismon sebagai tenaga pengajar. Tifa berencana bertemu langsung dengan pimpinan fakultas terkait.
“Begitu juga dengan rencana saya ke Universitas Mataram. Saya mau ketemu rektor, ketemu dekan dari Fakultas Informatika. Karena saya berharap di sana Rismon memang jadi pegawai, jadi dosen di sana,” jelasnya.
Tak ketinggalan, Universitas Brawijaya juga akan disambanginya. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengonfirmasi informasi bahwa Rismon pernah menjadi bagian dari staf pengajar di kampus tersebut, melengkapi upaya verifikasi yang komprehensif.
“Begitu juga dengan Universitas Brawijaya yang mana Rismon beberapa kali pernah jadi staf pengajar di sana. Saya ingin apa? Bukan membuktikan bahwa (gelar) Rismon itu palsu, tidak. Saya ingin ketemu ijazah asli Rismon karena dia adik kelas saya di UGM,” lanjut Dokter Tifa menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Pesawat Militer AS Berputar di Atas Padang, TNI AU Pastikan Itu Uji Terbang Usai Pendaratan Darurat
Berkas Perkara Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Dinyatakan Lengkap, Lima Tersangka Segera Disidang
TASPEN Mulai Salurkan Gaji Ke-13 Pensiunan ASN 2 Juni 2026, Tanpa Perlu Autentikasi Ulang
Hakim PN Pariaman Jatuhkan Vonis Mati ke Pembunuh Berantai dan Mutilasi Tiga Wanita di Padang Pariaman